Breaking News:

Internasional

Milisi Houthi Cegah Bantuan Kemanusiaan, 37.000 Warga Yaman Terancam Kelaparan di Marib

Milisi Houthi di Yaman melanjutkan blokade selama berminggu-minggu di sebuah distrik di Provinsi Marib.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Sebuah gambar yang diambil pada 1 Oktober 2021, menunjukkan kondi jalan di Kota Marib, Yaman. 

SERAMBINEWS.COM, SANAA - Milisi Houthi di Yaman melanjutkan blokade selama berminggu-minggu di sebuah distrik di Provinsi Marib.

Akibatnya, bantuan kemanusiaan tidak bisa disalurkan kepada 37.000 warga yang terkepung di kawasan itu, kata para pejabat dan pekerja bantuan PBB, Minggu (17/10/2021).

Dilansir AP, milisi Houthi yang didukung Iran telah maju di Distrik Abdiya selatan, Marib dalam beberapa pekan terakhir ini.

Sehingga, memaksa pasukan pemerintah yang diakui secara internasional untuk mundur, kata pejabat militer dari kedua belah pihak.

"Houthi melakukan genosida di Abdiya, mencegah makanan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya," kata Gubernur Provinsi Marib, Sheikh Sultan al-Aradah.

Serangan terhadap Abdiya merupakan bagian dari serangan Houthi untuk merebut kota Marib yang dikuasai pemerintah.

Houthi mulai mengintensifkan serangan mereka pada Februari 2021.

Baca juga: Pasukan Yaman Rebut Kembali Distrik Juba Marib dari Cengkeram Milisi Houthi

Tampaknya didorong oleh keputusan Presiden Joe Biden untuk mengakhiri dukungan AS kepada koalisi yang dipimpin Saudi.

Namun, mereka menghadapi perlawanan keras dari pemerintah dan pasukan suku yang dibantu oleh koalisi.

Yaman telah dilanda perang saudara sejak 2014, ketika Houthi merebut ibu kota, Sanaa.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved