Breaking News:

Internasional

Milisi Houthi Cegah Bantuan Kemanusiaan, 37.000 Warga Yaman Terancam Kelaparan di Marib

Milisi Houthi di Yaman melanjutkan blokade selama berminggu-minggu di sebuah distrik di Provinsi Marib.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Sebuah gambar yang diambil pada 1 Oktober 2021, menunjukkan kondi jalan di Kota Marib, Yaman. 

Sekaligus memaksa Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi dan pemerintahnya yang diakui secara internasional melarikan diri ke selatan, kemudian ke Arab Saudi.

Koalisi yang dipimpin Saudi memasuki perang tahun depan untuk mencoba mengembalikan pemerintah ke tampuk kekuasaan.

Perang telah memburuk menjadi jalan buntu dan melahirkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Ribuan pejuang, sebagian besar Houthi, tewas dalam bentrokan dan serangan udara di sekitar kota Marib.

Houthi biasanya menyerang garis pemerintah, sehingga menjadi sasaran empuk di padang pasir terbuka untuk pesawat tempur koalisi.

Anak-anak yang direkrut oleh Houthi termasuk di antara mereka yang tewas dalam pertempuran itu.

Plakat dengan foto tentara anak-anak menjadi hal biasa di jalan-jalan di daerah yang dikuasai pemberontak termasuk ibu kota, Sanaa.

Puluhan warga sipil, termasuk wanita dan anak - anak berusia dua tahun, juga tewas dalam serangan Houthi di kota Marib.

Serangan menggunakan rudal balistik dan drone bermuatan bahan peledak.

Baca juga: Ribuan Warga Yaman di Marib Kelaparan, Milisi Lakukan Pengepungan di Seluruh Sudut Kota

Houthi ingin merebut Marib yang kaya energi dari pemerintah untuk menyelesaikan kendali mereka di utara Yaman.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved