Breaking News:

Internasional

Relawan di Langit Mengawasi Perjalanan Migran Afrika Melalui Laut Ganas Menuju Eropa

Satu tim relawan langit akan terus memantau pergerakan migran dari Afrika di laut Mediterania yang dikenal ganas.

Editor: M Nur Pakar
AP/Renata Brito
Para migran bernavigasi dengan tim relawan langit di kapal kayu yang penuh sesak di Laut Mediterania Tengah antara Afrika Utara dan pulau Lampedusa Italia pada Sabtu (2/10/2021). 

SERAMBINEWS.COM, DI ABOARD THE SEABIRD - Satu tim relawan langit akan terus memantau pergerakan migran dari Afrika di laut Mediterania yang dikenal ganas.

Sebuah pesawat kecil yang berputar 1.000 kaki di atas memantau dengan cermat upaya mereka mencapai Eropa.

Pesawat Seabird bermesin ganda, yang dimiliki oleh organisasi non-pemerintah Jerman Sea-Watch, ditugaskan mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Khususnya terhadap migran di laut dan menyampaikan kasus-kasus marabahaya kepada kapal dan pihak berwenang terdekat yang mengabaikan permintaan mereka.

Pada Oktober 2021 sore yang berawan, badai petir yang mendekat meningkatkan bahaya bagi kapal yang penuh sesak, seperti dilansir AP, Minggu (17/10/2021).

Hampir 23.000 orang tewas atau hilang di Laut Tengah dalam upaya mencapai Eropa sejak 2014, menurut badan migrasi PBB.

“Nour 2, Nour 2, ini pesawat Seabird, pesawat Seabird,” koordinator taktis pesawat, Eike Bretschneider, berkomunikasi melalui radio dengan satu-satunya kapal di dekatnya.

Kapten Nour 2, setuju mengubah arah dan memeriksa kapal yang rapuh.

Tetapi setelah melihat kapal itu berbendera Libya, orang-orang menolak bantuannya, kapten melaporkan kembali melalui radio yang berderak.

Baca juga: Jerman Melihat Lonjakan Migran Melalui Rute Belarusia dan Polandia

“Mereka mengatakan hanya memiliki 20 liter bahan bakar yang tersisa,” kata kapten, yang tidak menyebutkan namanya, kepada Seabird.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved