Breaking News:

Soal Dukungan Capres, PA Masih ‘Wait and See’

Sejumlah partai politik sudah mengumumkan calon presiden yang diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024

Editor: bakri
Serambinews.com
Nurzahri 

BANDA ACEH - Sejumlah partai politik sudah mengumumkan calon presiden yang diusung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024. Setidaknya, ada dua partai yang sudah mengumumkan jagoannya untuk diusung sebagai calon presiden (capres).

Yaitu Prabowo Subianto selaku Ketum Partai Gerindra yang saat ini menjabat Menteri Pertahanan RI dan Airlangga Hartarto selaku Ketum Partai Golkar yang saat ini menjabat Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Di Aceh, isu Pilpres belum menjadi buah bibir. Sebagaimana diketahui, pada Pilpres 2019, Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Sandiaga Uno menang telak dengan mengantongi 85,59 persen suara sah. Kemenangan itu tidak lepas dari keterlibatan Partai Aceh, partai lokal yang berafiliasi dengan Partai Gerindra Aceh.

Namun, untuk Pilpres 2024, Partai Aceh belum menentukan sikapnya, siapa yang akan didukung sebagai capres. "Masalah isu pilpres, Partai Aceh masih wait and see (menunggu dan melihat)," kata Juru Bicara (Jubir) Partai Aceh, Nurzahri menjawab Serambi, Sabtu (16/10/2021).

Nurzahri menyatakan, secara aturan, Partai Aceh tidak dapat mengusulkan capres. "Jika Partai Aceh PA bisa mengusulkan presiden maka pasti dari kader sendiri yang kami usung, seperti sosok Wali Nanggroe Tgk Malik Mahmud Al-Haitar," ujarnya.

Tapi karena regulasi tidak memungkinkan, sambungnya, maka pihaknya masih menunggu dan melihat saja figur-figur yang bermunculan sebagai capres yang akan bertarung pada Pilpres tahun 2024. "Menurut kami (capres yang sudah muncul) masih menggunakan jualan umum yang sama, belum ada yang secara spesifik berani menawarkan janji atau program bagi Aceh, dan Partai Aceh sebagai partai yang lahir dari proses perdamaian tentu akan memperhatikan janji-janji dan program-program yang ditawarkan, apakah ada bersinggungan dengan proses damai yang terjadi di Aceh atau tidak, sebelum kami menentukan pilihan," ungkap Nurzahri.

Di sisi lain, sambungnya, memang ada beberapa sosok figur capres yang sudah berkomunikasi dengan pimpinan partai, tapi semuanya dilakukan secara personal dan informal, belum ada yang berani mendekati Partai Aceh secara resmi.

"Mungkin karena Partai Aceh cuma partai lokal. Yang jelas pilihan Partai Aceh tentunya akan jatuh pada capres yang berani berjanji dengan disertai garansi, bahwa jika dia terpilih maka akan merealisasikan seluruh butir-butir MoU Helsinki," pungkas Nurzahri.(mas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved