Breaking News:

Internasional

Toufah Jallow Kisahkan Pelarian Dirinya, Usai Pemerkosaan Oleh Diktator Gambia

Nama Toufah Jallow bergema secara mendalam di Gambia, salah satu negara di Benua Hitam, Afrika. Dia salah satu dari sedikit wanita yang telah mengambi

Editor: M Nur Pakar
AP/Yayasan Toufah
The Toufah Foundation, Toufah Jallow, wajah pemberdayaan perempuan Gambia selama beberapa generasi, berpose untuk dipotret pada 13 Oktober 2021. 

SERAMBINEWS.COM, DAKAR - Nama Toufah Jallow bergema secara mendalam di Gambia, salah satu negara di Benua Hitam, Afrika.

Dia salah satu dari sedikit wanita yang telah mengambil sikap publik terhadap serangan seksual di negara kecil Afrika Barat itu.

Dia mendapatkan ketenaran pada usia 18 tahun dia memenangkan beasiswa universitas dalam kompetisi bakat nasional untuk wanita muda.

Tetapi pada 2015, dia melarikan diri dari Gambia, takut akan hidupnya.

Setelah diktator Gambia Yahya Jammeh diduga membius, lalu memperkosanya.

Sang diktator marah karena menolak lamaran pernikahannya, seperti dilansir AP, Minggu (17/10/2021).

Dia tinggal dengan tenang di Kanada, khawatir Jammeh akan menganiaya anggota keluarga di Gambia.

Setelah Jammeh jatuh dari kekuasaan, dia kemudian menemukan kekuatan untuk mempublikasikan ceritanya.

Terlepas dari budaya diam Gambia atas serangan seksual, katanya kepada The Associated Press (AP).

Dia terpaku ketika mengadakan konferensi pers untuk membagikan akunnya melalui media sosial dan dalam laporan hak asasi manusia pada Juni 2019.

Baca juga: Paus Fransiskus Malu Atas Skandal Pelecehan Seksual di Prancis

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved