Breaking News:

Berita Banda Aceh

Cegah Banjir Genangan, Pemko Banda Aceh Bangun Drainase di Tiga Gampong

Pemko Banda Aceh melalui Dinas PUPR membangun drainase kota sepanjang sepanjang 550 meter untuk cegah banjir

Penulis: Herianto | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Kadis PUPR Kota Banda Aceh Jalaluddin dan Ketua Komisi III DPRK Kota Banda Aceh, T Arief Khalifah dan rekanan sedang saksikan pengecoran semen dengan mobil molen untuk proyek drainase Kota di Kawasan Lamlagang, Sabtu (16/10/2021) 

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Untuk mencegah genangan banjir air hujan di tiga gampong Seutui, Neusu Aceh dan Lamlagang, Pemko Banda Aceh melalui Dinas PUPR membangun drainase kota sepanjang sepanjang 550 meter.

“Drainase kota itu kita bangun, untuk membebaskan sekitar 3.000 unit rumah penduduk dari banjir genangan air hujan di tiga gampong tersebut,” kata Kadis PUPR Kota Banda Aceh.

Drainase kota yang dibangun di tiga gampong itu, kata Jalal, ukurannya cukup besar, yaitu lebar 2 meter dan tinggi 1,5 meter.

Ukuran drainase kota sebear itu dibangun, tujuannya pertama untuk melancarkan pembangunan air hujan secara gravitasi bumi ke Krueng Paga yang kemudian diteruskan ke Krueng Aceh dan laut.

Kedua, apabila terjadi penyumbatan yang disebabkan oleh sampah rumah tangga, mudah dibersihkan.

Baca juga: VIDEO Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Akhiri Jaga Jarak, Petugas Copot Stiker Pembatas Jarak Shaf

Namun begitu, diharapkan, setelah drainase kota dengan sistem tertutup itu nanti selesai dibangun, kepada masyarakat diharapkan kebersihan lingkungannya tetap dijaga dan tidak membuang sampah ke dalam lubang pengontrolnya.

Proyek drainase kota itu , dibangun di tiga lokasi. Pertama di jalan Alue Blang sepanjang 122 meter, kedua di jalan Hasan Saleh sepanjang 300 meter dan ketiga di jalan Seulawah, sehingga totalnya mencapai 552 meter.

Tujuan dari pembangunan drainase kota itu, kata Jalaluddin, bukan sekedar untuk mencegah banjir genangan air hujan, tapi lebih dari itu, agar lingkungan pemukiman penduduk di saat musim hujan, tidak mengalami banjir genangan yang terlalu lama, yang dapat menimbulkan berbagaia jenis penyakit.

Diantaranya, diare, gatal gatal, demam berdarah, malaria dan lainnya akibat lambatnya air hujan turun mengalir ke Krueng Paga dan Krueng Aceh.

Baca juga: 10 Penjudi Chip Higgs Domino Dicambuk di Pidie, Satu Terpidana Minta Dihentikan

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved