Breaking News:

Berita Banda Aceh

Harga Emas Turun, Masyarakat Banyak Beli untuk Investasi, Ada Juga Buat Persiapan Mahar

Akibat turunnya harga "si kuning" ini banyak masyarakat yang membeli emas untuk investasi dan persiapan mahar.

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/MAWADDATUL HUSNA
Pedagang sedang menyusun emas di etalase tokonya di Jalan Tengku Chik Pante Kulu, Banda Aceh, Senin (23/10/2017). 

Akibat turunnya harga "si kuning" ini banyak masyarakat yang membeli emas untuk investasi dan persiapan mahar.

Laporan Mawaddatul Husna I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga emas hari ini, Senin (18/10/2021) berada di angka Rp 2.650.000/mayam (belum termasuk ongkos pembuatan).

Harga emas tersebut mengalami penurunan sekitar Rp 20.000/mayam dibanding seminggu yang lalu.

Akibat turunnya harga "si kuning" ini banyak masyarakat yang membeli emas untuk investasi dan persiapan mahar.

"Hampir 80 persen masyarakat membeli untuk investasi dan persiapan mahar, sementara 20 persennya lagi lebih memilih untuk menjual guna memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Pedagang Emas di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh, Murizal kepada Serambinews.com, Senin (18/10/2021).

Ia menjelaskan penyebab turunnya harga emas ini karena nilai tukar rupiah terhadap mata uang Amerika Serikat sangat menguat dan emas di pasaran dunia pun turun di angka 1.760 per troy ounce-nya.

Baca juga: Kapolres Aceh Timur Pimpin Sertijab Kabagren, Kasat Lantas dan Kapolsek

Baca juga: ASEAN Tak Undang Junta Myanmar Ikut Konferensi Tingkat Tinggi, Menlu Retno: Itu Keputusan yang Tepat

Baca juga: Vaksinasi Massal dan Donor Darah Warnai Peringatan HUT Ke-20 Kota Langsa

Sedangkan penyebab nilai tukar rupiah menguat, dikatakan Murizal, karena virus Corona mulai mereda sehingga yang terpapar virus tersebut juga berkurang jumlahnya.

Dalam hal ini, pemerintah berhasil mengecilkan jumlah masyarakat yang terkena virus itu dengan dilakukan PPKM, serta program vaksinasi.

Sementara apabila harga emas dunia turun, hal itu diakibatkan angka pengangguran di Amerika Serikat mulai berkurang, dan mata uang dolar Amerika juga bagus.

"Dalam arti kata perekonomian Amerika semakin membaik, apalagi bertambahnya cadangan emas di Bank Central-nya," sebutnya.

Ia menyarankan masyarakat yang ingin berinvestasi lebih dianjurkan untuk membeli emas murni, karena lebih mudah ketika menjual atau melakukan tukar tambah.

"Jadi biaya pemotongannya biasa saja atau tidak kemahalan di ongkos.

Biasanya kenapa ada emas murni yang potongannya agak lumayan besar, karena motifnya rumit dibuat dan butuh waktu yang agak lama. Jadi saya selalu sarankan berinvestasilah yang bijak," sebutnya. (*)


Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved