Kamis, 23 April 2026

Investasi Pembiayaan Industri  Tumbuh 30,89 Persen

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Achris Sarwani mengungkapkan, dari 18 pembiayaan investasi

Editor: hasyim
SERAMBI/HERIANTO
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Achris Sarwani bersama Kepala OJK, Yusri; Kakanwil Ditjen Bea dan Cukai, Dr Safuadi; Wakil Ketua Kadin, Zakarya; dan Konsultan UMKM dari Unsyiah, Dr Iskandar, mencicipi mi mocaf ayam, di Gampong Cot Majid, Rabu (6/10/2021). 

BANDA ACEH - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Achris Sarwani mengungkapkan, dari 18 pembiayaan investasi yang dipantau BI di daerah ini, pada triwulan III (Juli-September) 2021, ada 12 sektor usaha investasi pembiayaan, sudah mulai tumbuh positif.

“Salah satu diantaranya adalah industri pengolahan tumbuh sebesar 30,89 persen, dengan realisasi investasi pembiayaan sampai bulan September 2021 senilai Rp 503 miliar, dari tahun lalu periode yang sama, realisasinya baru senilai Rp 384 miliar,” ungkapnya, Minggu (17/10/2021).

Dikatakan, tumbuhnya pembiayaan investasi tersebut akan berdampak positif bagik perekonomian Aceh. “Tumbuhnya pembiayaan investasi di bidang industri pengolahan, satu tanda mulai bangkitnya industri pengolahan di Aceh. Jika pada triwulan I (Januari-Maret) pertumbuhan investasi masih minus 2,67 persen, pada triwulan II (April-Juni) tumbuh sebesar 10,37 persen. Alhamdulillah, pada triwulan III tumbuh 30,86 persen,” terangnya.

Selain industri pengolahan, kata Achris, masih ada beberapa sektor pembiayaan investasi bidang lainnya yang pertumbuhannya lebih tinggi, yaitu sektor usaha listrik, gas dan air tumbuh sebesar 37,94 persen, dengan realisasi investasi senilai Rp 637 miliar, dari realisasi tahun sebelumnya untuk periode yang sama hanya senilai Rp 462 miliar.

Untuk sektor usaha listrik, gas dan air bisa tumbuh sebesar 37,94 persen, kata Achris Sarwani, karena ada pengoperasian sejumlah mesin pembangkit listrik dan gas, yang menghasilkan, mengontrol dan menyalurkan tenaga listrik  atau gas di daerah ini, pada triwulan III. Termasuk kegitan produksi es, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun kebutuhan lainnya, seperti untuk pengawetan dan pembekuan ikan hasil tangkapan boat-boat nelayan.

Kemudian pengolahan air limbah, sampah padat, dari rumah tangga, industri yang dapat mencegah pencemaran lingkungan. Hasil dari proses pengolahan limbah dapat dibuang atau menjadi input dalam produksi lainnya, jadi pupuk organik, bahan bakar semen dan lainnya.  Selanjutnya, dari pebiayaan investasi jasa pendidikan tumbuh juga tumbuh sebesar 23,76 persen, dengan realisasi investasi senilai Rp 28 miliar dari sebelumnya tahun lalu periode yang sama Rp 23 miliar.

Penyediaan akomodasi dan makan serta minuman juga sudah  tumbuh sebesar 18,44 persen, dengan realisasi investasi senilai Rp 291 miliar, dari sebelumnya tahun lalu senilai  Rp 245 miliar. Sektor usaha transportasi, pergudangan dan komunikasi tumbuh sebesar 8,20 persen, dengan realisasi investasi senilai Rp 304 miliar, dari sebelumnya tahun lalu periode yang sama senilai Rp 281 miliar.

Sektor  jasa kesehatan dan kegiatan sosial juga sudah tumbuh sebesar 9,28 persen, dengan realisasi pembiayaan investasinya senilai Rp 128 miliar, dari sebelumnya periode yang sama tahun lalu hanya senilai Rp 117 miliar.

Pertumbuhan pembiayaan investasi pada jasa usaha kesehatan dan sosial ini, kata Achris Sarwani, menambah keyakinan kami, bahwa tingkat kesehatan masyarakat Aceh, akan semakin meningkat.

Dia berharap, dengan terus meningkatnya jumlah masyarakat yang divaksin di daerah ini, kasus covid terus menurun, sehingga aktivitas berbagai kegiatan usaha masyarakat bisa kembali normal, seperti sebelum ada pandemi covid 19. Namun begitu, setelah kasus covid 19 nya menurun, kita juga tidak boleh abai dengan protokol kesehatan.

Disiplin protokol kesehatan, kata Achris Sarwani, harus tetap ditegakkan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, ditempat kerja, pasar, mal dan ruang publik lainnya. Menjaga disiplin protokol kesehatan itu, bagian dari meningkatkan nilai investasi. “Alasannya, kalau banyak masyatakat yang sakit, kita tidak bisa bekerja normal, seperti pada masa pandemi covid 19. Oleh karena itu, dimanapun kita berada saat ini, disiplin protokol kesehatan itu perlu tetap dijalankan dan jangan diabaikan,” ujarnya.(her)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved