Breaking News:

Internasional

Ekonomi Afghanistan di Ambang Mengerikan, Taliban Perintahkan Mantan Birokrat Kembali Bekerja

Perekonomian Afghanistan di bawah kekuasaan Taliban terancam diambang mengerikan. Taliban mendapati ekonomi Afghanistan mendekati ambang kehancuran.

Editor: M Nur Pakar
AFP/WAKIL KOHSAR
Seorang pekerja memeriksa dokumen kelengkapan paspor setelah Taliban mengumumkan pembukaan kembali aplikasi paspor, di luar Kantor Paspor di Kabul, Afghanistan, Rabu (6/10/2021). 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Perekonomian Afghanistan di bawah kekuasaan Taliban terancam diambang mengerikan.

Taliban mendapati ekonomi Afghanistan mendekati ambang kehancuran.

Bahkan, dihadapkan dengan prediksi mengerikan tentang meningkatnya angka kemiskinan dan kelaparan.

Jadi telah memerintahkan para manajer keuangan dari pemerintahan sebelumnya yang runtuh kembali bekerja.

Dengan arahan mendesak: "Lakukan pekerjaan Anda, karena kami tidak bisa."

Dalam 20 tahun sejak Taliban terakhir memerintah, Afghanistan berkembang dari ekonomi perusahaan gelap menjadi sistem multi-miliar dolar AS.

Baca juga: Vladimir Putin Sebut Tidak Boleh Buru-buru Akui Kekuasaan Taliban di Afghanistan

Taliban, sebuah gerakan yang lahir dari ulama pedesaan, berjuang untuk memahami sejauh mana transformasi tersebut.

Empat karyawan dari lembaga keuangan kepada The Associated Press (AP), Selasa (19/10/2021) mengatakan Taliban memerintahkan birokrat kembali bekerja.

Khususnya dari Kementerian Keuangan pemerintah sebelumnya.

Bank sentral dan bank milik negara lainnya untuk kembali bekerja.

Akun mereka dikonfirmasi oleh tiga pejabat Taliban.

Seorang pejabat bank negara mengungkapkan permintaan Taliban kepada pihaknya.

Baca juga: Taliban Akan Segera Umumkan Anak Perempuan Kembali Masuk Sekolah Menengah

'Kami bukan ahli, Anda tahu apa yang lebih baik untuk negara, bagaimana kami dapat bertahan di bawah tantangan ini."

"Lakukan apa yang harus Anda lakukan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved