Breaking News:

Internasional

Koalisi Arab Saudi Klaim Bunuh 150 Anggota Milisi Houthi di Yaman

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan menggelar 38 serangan udara yang menargetkan milisi Houthi di Yaman. Khususnya di Abedia dan desa-desa sekitar

Editor: M Nur Pakar
AFP
Serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Provinsi Marib, Yaman. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan menggelar 38 serangan udara yang menargetkan milisi Houthi di Yaman.

Khususnya di Abedia dan desa-desa sekitarnya di Provinsi Marib yang dikepung Houthi.

Koalisi mengatakan lebih dari 150 anggota milisi Houthi tewas dan 13 kendaraan hancur dalam operasi dalam 24 jam sebelumnya.

Koalisi mengatakan organisasi internasional harus memikul tanggung jawab terhadap warga sipil di Abedia yang telah terkurung berminggu-minggu.

Milisi Houthi yang melancarkan serangan brutal sejak Februari 2021 untuk menguasai salah satu benteng terakhir pemerintah yang tersisa.

Baca juga: Serangan Udara Koalisi Pimpinan Arab Saudi Tewaskan Lebih dari 130 Pemberontak Houthi di Yaman

Wilayah yang kaya energi itu telah berfungsi sebagai tempat yang aman bagi para pengungsi internal.

Mereka melarikan diri dari pertempuran konflik yang dimulai pada tahun 2014.

Koalisi Arab Saudi mulai menyerang sasaran Houthi di Abedia pekan lalu menyusul peningkatan serangan milisi.

Ini terjadi ketika Menteri Luar Negeri Yaman Ahmed Awad bin Mubarak memperingatkan dampak berbahaya serangan Houthi terhadap warga sipil.

Terutama orang-orang yang terlantar di Marib.

Baca juga: Khamis Mushait Kembali Jadi Target Serangan Drone dan Rudal Houthi

Komentarnya muncul saat pertemuan dengan Kepala Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) untuk Yaman, Christa Rottensteiner.

Bin Mubarak mengatakan eskalasi militer Houthi memperburuk kondisi kemanusiaan yang sulit dari para pengungsi.

Terutama di Provinsi Marib, yang merupakan rumah bagi lebih dari dua juta orang terlantar.

Dia juga memperingatkan pengabaian masyarakat internasional membuat Houthi melakukan lebih banyak kekerasan dan pelanggaran terhadap warga sipil.

Sehingga, katanya, akan memperparah krisis perpindahan, memaksa pemindahan warga sipil, dan meningkatkan penderitaan mereka.(*)

Baca juga: Pasukan Yaman Rebut Kembali Distrik Juba Marib dari Cengkeram Milisi Houthi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved