Breaking News:

Infrastuktur

Rencana Pembangunan Jalan di Ule Kareung Bireuen Terpangkas Refocussing

Dijelaskan, menyikapi harapan dari masyarakat yang telah disampaikan sebelumnya, Pemkab Bireuen telah merencanakan pembangunan jalan ke lokasi kegiata

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi mengatakan belum terlaksananya pembangunan jalan tersebut karena terjadi refocussing Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Bireuen pada tahun 2020 dan 2021 untuk membiayai penanganan Pendemi Covid-19, sehingga belum dapat direalisasikan. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Rencana pembangunan jalan di Gampong Ule Kareung, Simpang Mamplam, Bireuen seperti diharapkan masyarakat dan sudah diprogramkan oleh Pemkab Bireuen tidak terlaksana.

Belum terlaksananya pembangunan jalan tersebut karena terjadi refocussing Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Bireuen pada tahun 2020 dan 2021 untuk membiayai penanganan Pendemi Covid-19, sehingga belum dapat direalisasikan.

Hal itu disampaikan Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi, dalam sambutannya diacara kenduri laot masyarakat adat pesisir, Senin (18/10/2021) di Gampong Ule Kareung, Simpang Mamplam.

Baca juga: Bupati Kuansing Andi Putra Terjaring OTT KPK di Riau, Ini Kronologi Lengkapnya

Dijelaskan, menyikapi harapan dari masyarakat yang telah disampaikan sebelumnya, Pemkab Bireuen telah merencanakan pembangunan jalan ke lokasi kegiatan dekat pantai dan terdapat makam syuhada, tersebut.

"Jadi harapan dari Imum Mukim dan masyarakat sudah kita sahuti tetapi saat ini belum dapat kita tangani karena anggaran refocussing," jelas Bupati menyikapi harapan yang disampaikan Imum Mukim Tambo, Sibral Alamsi.

Terkait harapan pembangunan Jetty untuk mencegah abrasi pantai juga disampaikan warga sempat, Bupati Bireuen berharap bantuan anggota DPR-RI TA Khalid, H Ruslan M Daud, Muslim dan lainnya untuk pembangunan melalui sumber dana APBN.

Baca juga: Terjaring OTT karena Suap Perkebunan, Ini Profil Bupati Kuansing Punya Harta Rp 3,7 M

Kenduri laot katanya, adalah merupakan prosesi adat, selain itu juga ada kenduri blang dan kenduri uteun, dan diharapkan agar dapat terus dijaga dan lestarikan, imbuh Bupati.

Anggota Komisi IV DPP-RI, Ir H TA Khalid, MM dalam sambutannya mengatakan, terkait pembangunan Jetty, ia akan sampaikan kepada anggota DPR-RI asal Aceh yang membidanginya.

Diharapkan juga hal paling penting harus dijaga adalah komunikasi, agar jangan terputus, sehingga apabila ada program pembangunan diharapkan masyarakat, dapat direalisasikan bersama, pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved