Breaking News:

Atasi Banjir

Selamatkan 3.000 Rumah dari Banjir, Pemko Banda Aceh Bangun Drainase Kota di Tiga Gampong

Ukuran drainase kota sebear itu dibangun, tujuannya untuk melancarkan pembangunan air hujan secara gravitasi bumi ke Krueng Paga yang kemudian diterus

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Kadis PUPR Kota Jalalluddin dan Ketua Komisi III DPRK Kota Banda Aceh, T Arief Khalifah dan rekanan sedang menyaksikan pengecoran semen dengan mobil molen untuk proyek drainase Kota di Kawasan Lamlagang, Sabtu (16/10/2021). 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas PUPR membangun drainase kota sepanjang sepanjang 550 meter untuk membebaskan 3.000 unit rumah di tiga gampong Setui, Nesu Aceh dan Lamlagang, Pemko Banda Aceh.

“Drainase kota itu kita bangun, untuk membebaskan sekitar 3.000 unit rumah penduduk dari banjir genangan air hujan di tiga gampong tersebut,” kata Kadis PUPR Kota Banda Aceh Jalaluddin ST MT kepada Serambinews.com, Senin (18/10/2021).

Drainase kota dibangun di tiga gampong itu, kata Jalal, ukurannya cukup besar, yaitu lebar 2 meter dan tinggi 1,5 meter.

Ukuran drainase kota sebear itu dibangun, tujuannya untuk melancarkan pembangunan air hujan secara gravitasi bumi ke Krueng Paga yang kemudian diteruskan ke Krueng Aceh dan laut.

Baca juga: Sinetron Ikatan Cinta: Cathrine Sumringah Cintanya Untuk Rendi Perlahan Terbalas, Nino Diancam Al?

Kedua, apabila terjadi penyumbatan yang disebabkan oleh sampah rumah tangga, mudah dibersihkan. Namun begitu, diharapkan, setelah drainase kota dengan sistem tertutup itu nanti selesai dibangun, kepada masyarakat diharapkan membersihkan lingkungannya dan tidak membuang sampah ke dalam lubang pengontrolnya.

Proyek drainase kota itu, dibangun di tiga lokasi. Pertama di jalan Alue Blang sepanjang 122 meter, kedua di jalan Hasan Saleh sepanjang 300 meter dan ketiga di jalan Seulawah, sehingga totalnya mencapai 552 meter.

Tujuan dari pembangunan drainase kota itu, kata Jalaluddin, bukan sekadar untuk mencegah banjir genangan air hujan, tapi lebih dari itu, agar lingkungan pemukiman penduduk di saat musim hujan, tidak mengalami banjir genangan yang terlalu lama, yang dapat menimbulkan berbagaia jenis penyakit.

Di antaranya diare, gatal-gatal, demam berdarah, malaria dan lainnya akibat lambatnya air hujan turun mengalir ke Krueng Paga dan Krueng Aceh.

Ada beberapa lokasi, badan jalan yang harus dibelah dalam pembangunan proyekdrainase kota, dengan maksud memperpendek jalur pembuangan air hujan, jangan sampai tertumpuk di satu tempat, sehingga membuat lokasi genangan banjir hujan yang baru.

Baca juga: Setelah Disebut-sebut Kabur, Rachel Vennya Diisukan Jadi Duta Karantina, Begini Tanggapannya

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved