Breaking News:

BNN Aceh Temukan 3,5 Ha Ladang Ganja

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bekerja sama dengan Kepolisian dan TNI menemukan ladang ganja di kawasan pegunungan

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Petugas gabungan memusnahkan ladang ganja yang ditemukan di kawasan pegunungan Lamteuba Droe, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Selasa (19/10/2021). 

BANDA ACEH - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bekerja sama dengan Kepolisian dan TNI menemukan ladang ganja di kawasan pegunungan Gampong Lamteuba Droe, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Selasa (19/10/2021). Penemuan ladang ganja di Kawasan pegunungan yang curam dan terjal tersebut langsung dimusnahkan oleh petugas di lokasi, dengan cara dicabut, lalu dibakar.

Proses pemusnahan ladang ganja yang melibatkan 65 petugas gabungan BNNP Aceh, Polda Aceh, Kodim 0101/Aceh Besar dan personel Polres Aceh Besar tersebut dipimpin pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Aceh AKBP Mirwazi SH MH serta turut serta Kepala Bagian Umum BNNP Aceh, AKBP Werdha Susetyo SE.

Untuk bisa menuju dan mencapai ladang ganja di pegunungan Gampong Lamteuba Droe, petugas harus melewati jalan yang curam dan terjal serta melewati lereng perbukitan. “Untuk mencapai lokasi ladang ganja ini petugas harus menempuh waktu 2 jam dengan berjalan kaki,” terang AKBP Mirwazi.

Menurutnya ladang ganja yang ditemukan seluas 3,5 hektare (ha) dengan panjang rata-rata setinggi 2,5 meter tersebut terdapat sebanyak 18 ribu batang dan diperkirakan sudah berumur 3 sampai 4 bulan dan siap dipanen, lanjut AKBP Mirwazi.

Plt Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Aceh ini menyebutkan pengungkapan ladang ganja tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat. Namun, pada saat pihak BNN Aceh berada di lokasi pemilik ladang ganja tidak ditemukan di sana.

“Kebiasaan modus mereka seperti itu, pada saat ditanam kemudian sampel tanamannya dibawa ke rumahnya. Pada saat diketahui sudah berusia tiga bulan langsung mereka naik ke kebun untuk memanen, sehingga mereka tidak nginap di kebun. Pada saat kita menemukan ladang ganja dan memusnahkan biasanya mereka sudah tahu informasinya, sehingga pemilik ladang sulit diungkap,” terang Mirwazi.

Lebih lanjut kata Mirwazi, wilayah Lamteuba merupakan daerah yang subur dan sering ditemukan ladang ganja. Menurutnya, ladang ganja itu milik masyarakat yang kemudian hasil panen diedarkan ke luar Aceh. “Berdasarkan sejumlah kasus yang diungkap, ada pihak yang memberikan modal sehingga bisnis haram ini terus tumbuh subur,” terangnya.

Ia pun menambahkan beberapa kali dilakukan operasi lokasi ladang ganja tetap berada di Lamteuba, baik operasi itu dilakukan Mabes Polri, Polda maupun BNN. “Untuk pemusnahan selalu dilakukan di lokasi,” ungkap Mirwazi.

Selain di Lamteuba Aceh Besar, Mirwazi juga menyebutkan, wilayah lainnya yang sering ditemukan ladang ganja berada di Aceh Utara, Aceh Tengah hingga Gayo Lues. Ia pun berharap masyarakat tidak lagi menanam ganja dan beralih ke tanaman lainnya yang memiliki nilai ekonomi dan tidak melanggar hukum. “Menanam ganja merupakan perbuatan melanggar hukum yang bisa dijerat undang-undang tindak pidana narkotika,” pungkas AKBP Mirwazi.(mir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved