Breaking News:

Dimutasi ke Bidang Humas Polda Metro Jaya Mengurus Media Sosial, Aipda Ambarita: Dilakoni Saja

Usai dimutasi, Aipda Ambarita buka suara. Menurut dia kepindahan ke bidang humas Polda Metro Jaya adalah bagian tugas yang harus dijalaninya.

Tangkap layar akun Twitter @xnact
Aipda MP Ambarita memeriksa paksa ponsel warga yang belakangan viral di media sosial. 

Saat ini Jacklyn dipercaya untuk mengelola media sosial di Bidang Humas Polda Metro Jaya di Subdit Multimedia. "Dulu gue hubungannya sama penjahat nah sekarang gue hubungannya dengan masyarakat," ujarnya.

Menurut Jacklyn, mutasi di institusi Polri adalah hal yang wajar. Apalagi, dia telah mengabdi di bagian reserse selama 25 tahun terakhir.

"Biasa aja bro, mutasi itu adalah hal yang wajar apelagi gue kan sudah 25 tahun di reserse jadi perlu penyegaran dan polisi juga bukan reserse saja," kata Jacklyn.

Jacklyn mengungkapkan dirinya masih mengemban tugas seputar media sosial di bagian humas nanti. Hal itu sesuai dengan kegemaran yang aktif di sosial media.

"Nah sementara ini gue dipercaya oleh pimpinan untuk bergabung di multi media bidang Humas Polda Metro Jaya. Kan memang gue suka bermain di media sosial," jelas Jacklyn.

Jacklyn meyakini pihaknya juga akan bertugas terbaik di divisinya yang baru. Khususnya untuk memberikan yang terbaik kepada Polri dan masyarakat.

"Tetap gue akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat khususnye institusi Polri," tukasnya.
Diingatkan IPW

Indonesia Police Watch (IPW) meminta pimpinan Polri untuk mengingatkan anggotanya untuk tidak menggeledah ponsel warga sembarangan. Apalagi, tidak didasarkan dasar hukum yang jelas. Kritik ini untuk merespons viralnya video Aipda Ambarita yang memeriksa paksa ponsel warga. Hal ini pun menuai pro kontra lantaran dinilai tindakan yang menyalahgunakan wewenang.

"Pemeriksaan tanpa mengindahkan ketentuan tersebut adalah pelanggaran hukum. Pimpinan Polri harus mengingatkan anggotanya untuk tidak melakukan penggeledahan sembarangan dan menindak anggota yang melakukan penggeledahan tanpa dilandasi dasar hukum yang jelas," kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso.
Ia menyatakan Polri tidak dapat menggeledah dan memeriksa paksa ponsel masyarakat. Selain melanggar privasi, penggeledahan juga harus memiliki surat dari pengadilan.

"Penggeledahan pada masyarakat harus tunduk pada ketentuan KUHAP. Ada surat tugas,surat perintah penggeledahan atas dasar ijin pengadilan. Kecuali tertangkap tangan alat komunikasi tersebut digunakan melakukan tindak pidana," jelasnya.

Dalam hal tangkap tangan, kata Sugeng, Polri juga harus telah memiliki tindak pidana permulaan untuk melakukan penggeledahan terhadap warga.

Baca juga: Polisi Lumpuhkan Pelaku Curanmor, Tiga Sepeda Motor Hasil Kejahatan Disita

"Akan tetapi tertangkap tangan dalam hal delik ITE harus diawali dengan penyelidikan oleh Tim siber polisi yang telah memastikan peristiwa pidananya, nomor IMEI, nomor telepon yang dipakai dan nama pengguna tidak bisa dilakukan acak,"ujarnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan dimutasinya kedua personel polisi nyentrik ini adalah hal yang biasa. Bahkan dilakukan di lingkungan instansi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mutasi merupakan bentuk penyegaran dalam satuan tugas.

"Semua anggota Polda Metro Jaya pasti pernah merasakan mutasi dan itu hal yang wajar tour of duty atau penyegaran. Termasuk Pak Jacklyn ini, dis ini mutasi dari Jantaras ke Humas," kata Kombes Yusri.

Yusri juga membeberkan alasan Jacklyn dan Ambarita dimutasi ke Bidang Humas Polda Metro Jaya. Salah satu pertimbangan yang dipilih karena keduanya memiliki kecakapan di media sosial.

Keduanya memang sudah cukup populer di media sosial dan aktif menghiasi layar kaca sehingga kepiawannya dapat memperkuat Bidang Kehumasan.

"Lantas kenapa dimutasi ke Humas? Pak Jacklyn dan Ambarita itu punya bakat bermain di medsos. Boleh lihat followers Pak Jacklyn bagus nggak? Kita butuh orang-orang yang expert di bidangnya, terutama di Humas. Pak Ambarita juga demikian, beliau senang bermain medsos kebetulan pengelola medsos di Polda Metro Jaya ini adalah di Bidang Humas," jelas Yusri. Yusri juga menjelaskan bahwa Jacklyn dan Ambarita akan diperbantukan untuk mengisi posisi di Subdit Multimedia PMJ.

"Di Humas ada namanya Subdit multimedia. Kami butuh orang seperti Pak Jacklyn dan Ambarita untuk bisa membantu kami bermain di Humas dan mengelola medsos ini. Keduanya punya kelebihan yang sama, coba lihat followers-nya, keduanya viral di medsos," jelas Yusri.(Tribun Network/fan/igm/wly)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved