Breaking News:

Maulid Harus Jadi Muhasabah dalam Meneladani Rasulullah

Sebagai umat yang merindukan dan mencintai Nabi Muhammad SAW, kita harus menjadikan bulan Maulid sebagai momen muhasabah

Editor: bakri
For Serambinews.com
Warga diperiksa petugas kesehatan setelah mengalami keracunan diduga usai menyantap kenduri maulid di Gampong Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Selasa (19/10/2021). 

Keempat, Siimahum fii wujuuhihim min atsaris sujud, tanda-tanda mereka terlihat pada wajah mereka dari bekas sujud, maknanya pada air muka mereka kelihatan cahaya keimanan dan kesucian hati mereka.

Cahaya iman itu seperti pelita yang menerangi kehidupan, sehingga mampu membedakan yang hak dan batil, yang benar dan salah dan mampu mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar, sehingga mewujudkan tatanan pribadi dan masyarakat yang berpradaban, masyarakat yang berakhlak mulia.

Menurut Prof Muzakkir, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini masih berada dalam pandemi Covid-19 yang sudah menghantam bumi ini, tidak kecuali Negara Indonesia dan Provinsi Aceh.

“Karena itu, sejatinya dengan refleksi peringatan Maulid ini kita harus kembali dan berlari menuju Allah SWT, serta hidup bersama Alquran sebagai pedoman dan petunjuk kehidupan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof Muzakkir mengatakan, Alquran merupakan penyembuh yang sempurna di antara seluruh obat hati dan obat fisik, sekaligus sebagai obat bagi seluruh penyakit dunia dan akhirat.

Dalam suasana mewabahnya virus Corona saat ini, sambung Prof Muzakkir, Alquran sudah memberikan petunjuk bagaimana sikap yang harus kita lakukan dalam menghadapinya.

Di antaranya, sebut Prof Muzakkir, meningkatkan amal ibadah, penyerahan diri secara totalitas kepada Allah SWT, dan memperbanyak doa.

Kemudian, mengonsumsi makanan bergizi yang halal dan baik (halalan thayyiban), berimbang, serta kurangi 3G (Gula, Garam, dan Gurih/lemak) yang berlebihan, hindari makanan yang mengandung penyedap dan pengawet, banyak makan buah yang berwarna, sayur dan minum madu.

Selain itu, Genapkan tidur 7-8 jam per hari.

Dalam perkembangan ilmu medis menyebutkan, salah satu cara paling efektif dalam menjaga kesehatan adalah tidur (istirahat) yang cukup.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved