Breaking News:

Salam

Maulid; Yang Penting Kita Pahami Maknanya

Ini adalah tahun kedua kita memperingati maulid di tengah pandemi Covid-19. Artinya, dalam peringatan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW

Editor: bakri
SERAMBINEWS/IDRIS ISMAIL
Sejumlah panitia pelaksana Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Al-Qurban Kemukiman Gampong Lhang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie mempersiapkan nasi kenduri maulid, Selasa (19/10/2021). 

Ini adalah tahun kedua kita memperingati maulid di tengah pandemi Covid-19.

Artinya, dalam peringatan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW tahu ini pun kita masih harus menjaga rambu-rambu pandemi, antara lain menaati protokol kesehatan.

Kita dipersilakan memperingati maulid, tapi kita juga diminta tetap mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer.

Para ulama dan cendikiawan muslim mengingatakan, yang harus kita pahami adalah esensi atau makna dari maulid itu sendiri.

Sebab, dengan kita memahami dan merenungi kembali sejarah Nabi Muhammad SAW, kita secara tidak langsung semakin cinta dan rindu padanya.

Kita harus terus melihat perjalanan Nabi Muhammad SAW yang diutus ke muka bumi ini untuk menjadi suri tauladan bagi kita semua.

Maka, sepatutnya kita mencontoh dan meneladani Nabi Muhammad SAW yang mendapat predikat insan kamil atau manusia paripurna.

Makanya, setiap kali memperingati malulid, ada nilai moral yang harus terus kita petik dan tingkatkan.

Nilai moral itu dapat kita peroleh dengan menyimak akhlak terpuji dan mempraktikkan sifat–sifat terpuji yang dimiliki Rasulullah.

Sebab, seperti sudah kita katakan tadi, bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW adalah sosok uswatun hasanah atau suri tauladan yang baik.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved