Breaking News:

Polisi Lumpuhkan Pelaku Curanmor, Tiga Sepeda Motor Hasil Kejahatan Disita

Personel Satreskrim Polres Gayo Lues berhasil meringkus dua tersangka pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor)

Editor: bakri
SERAMBI/RASIDAN
Polisi mengamankan dua tersangka kasus pencurian sepeda motor di Gayo Lues, beserta barang bukti tiga kendaraan roda dua yang disita dari agen penampungan di Kutacane, Aceh Tenggara, Selasa (19/10/2021). 

BLANGKEJEREN - Personel Satreskrim Polres Gayo Lues berhasil meringkus dua tersangka pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Bahkan satu tersangka berinisial HJ (45), warga Rikit Dekat, Kecamatan Kutapanjang, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan petugas saat dilakukan penyergapan.

HJ yang merupakan residivis narkoba yang baru bebas dari Lapas di Aceh Tengggara, disergap  di Jalan Kutelintang, Blangkejeren, 6 Oktober lalu. Selain mengamankan dua tersangka pelaku curanmor, polisi juga menyita tiga sepeda motor hasil kejahatan. Kasus pencurian itu sendiri terjadi pada akhir September lalu di tiga lokasi terpisah.

Selain tersangka HJ, polisi juga mengamankan SH (56) warga Buntul Gading, Kecamatan Blangkejeren, yang berperan sebagai pengantar tersangka ke tempat kejadian perkara.

Demikian disampaikan Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustamam, didampingi Kasat Reskrim AKP Zhia Ul Archam, dalam konferensi Pers yang digelar di Mapolres Galus, Selasa (19/10/2021).

Dikatakan, seorang residivis dan sindikat pencurian sepeda motor berhasil diamankan dan ditangkap. Bahkan tersangka HJ yang merupakan seorang residivis terpaksa dilumpuhkan di kaki kirinya karena melawan petugas saat hendak ditangkap.

Diterangkan AKBP Carlie Syahputra, setelah tersangka HJ ditangkap, petugas langsung mengembangkan kasus itu. Dari pengembangan itu, polisi berhasil mengamankan tersangka lainnya, SH (56), yang berperan mengantarkan tersangka utama HJ ke lokasi pencurian selama ini.

"Dari hasil pengembangan setelah dua tersangka itu diamankan petugas, ternyata sepeda motor hasil curian sebanyak 3 unit itu sudah dijual kepada seorang agen penampungan berinisial MM warga Kute Lesung, Aceh Tenggara," ungkap Kapolres.

AKBP Carlie menjelaskan, dari rumah tersangka MM yang menjadi daftar pencarian orang (DPO) Polres Galus, polisi menemukan ketiga sepeda motor hasil curian,  yakni Honda Beat BL 5241 YE, dicuri tersangka HJ di Jalan Agusen Bandara Patiambang, Blangkejeren, Selasa (21/9/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Selanjutnya, Honda Supra X BL 4541 B yang dicuri di halaman Puja Sera Blangkejeren pada Jumat (24/9/2021) sekitar pukul 23.30 WIB, dan Yamaha Vixion BL 5313 GP yang diembat dari Kenyaran, Kecamatan Pantan Cuaca,  lintas Blangkejeren-Takengon, pada Selasa (28/9/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

"Kini kedua tersangka sudah diamankan di Mapolres Galus bersama barang bukti 3 sepeda motor hasil curian yang disita dari agen penampungan di Kutacane. Para tersangka dikenal pasal 363 ayat 1 dengan ancaman hukumannya 7 tahun penjara," tandas Kapolres Galus, AKBP Carlie Syahputra Bustamam.

Dalam konferensi pers itu Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustamam, juga menyampaikan keberhasilan lain yang dilakukan personelnya. Dimana personel Satresnarkoba Polres Galus, berhasil mengubrak-abrik setengah hektare ladang ganja siap panen di areal kebun serai wangi, di kawasan Paya Kumer, Kecamatan Tripe Jaya.

Ladang ganja dan tanaman serai wangi tersebut merupakan milik warga berinisial JD (35) yang kini ditetapkan polisi sebagai DPO. Pohon hanja itu dijadikan tanaman tumpang sari dari tanaman serai wangi di lahan seluas setengah hektare.

AKBP Carlie Syahputra didampingi Kasat Narkoba, Iptu Darli, mengatakan, setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat salah satu kebun milik warga ditanami ganja yang sudah memasuki waktu masa panen, pada 15 Oktober lalu. petugas melakukan penyidikan dan pengecekan ke lokasi. “Di lokasi petugas tidak menemukan pemilik ladang itu. Namun petugas sudah mengantongi identitasnya,” terang Kapolres.

Dikatakan, setelah ladang ganja ditemukan, petugas langsung mengubrak-abrik dan mencabut tanaman haram itu dan membakarnya di lokasi. Sedangkan sekitar 58 batang dibawa turun untuk diamankan sebagai barang bukti ke Mapolres Galus.

"Saat petugas mendatangi rumah pemilik ladang itu  JA (36) yang berada di Desa Paya Kumer tersebut, sudah dalam keadaan kosong, sehingga JA ditetapkan sebagai tersangka," sebutnya.(c40)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved