Breaking News:

Ulama Aceh Selatan Silaturahmi dan Mubahatsah Tauhid Sufi

SEJUMLAH ulama Aceh Selatan mengikuti silaturahmi dan mubahatsah tauhid sufi di Gedung Rumoh Agam Tapaktuan, Aceh Selatan

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Sejumlah ulama Aceh Selatan mengikuti silaturahmi dan mubahatsah tauhid sufi di Gedung Rumoh Agam Tapaktuan, Aceh Selatan, Minggu (17/10/2021). 

SEJUMLAH ulama Aceh Selatan mengikuti silaturahmi dan mubahatsah tauhid sufi di Gedung Rumoh Agam Tapaktuan, Aceh Selatan, Minggu (17/10/2021).

Silaturahmi ini diprakarsai Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran dan didukung Anggota DPRK Aceh Selatan.

Meski para ulama berbeda paham dengan ajaran ketasawufan dan kesufi an yang digagas Abuya Syech H Amran Waly Al-Khalidy tak seberapa yang hadir, namun acara ini sukses dan meriah.

Sedangkan yang hadir dalam acara ini Abuya Syech H Amran Waly Al-Khalidy dan segenap Pengurus dan Dewan Pakar MPTT-I, Pimpinan Dayah, Tokoh Masyarakat, unsur pejabat Pemkab Aceh Selatan, pihak OKP (Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Aceh Selatan) serta Drs Yahya Aznar, MM (Ketua Majelis Pendidikan Daerah Aceh Selatan), Kepala Dinas Arsip dan beberapa Anggota DPRK Aceh Selatan.

Informasi ini disampaikan panitia pelaksana, Lisa Elfi rasman ST, yang juga Anggota DPRK Aceh Selatan lewat siaran pers, Senin (18/10/2021).

Mengutip isi siaran pers itu, Abuya Syech H Amran Waly, dalam tausiahnya menyampaikan ajaran ihsan dapat menyatukan umat dari berbagai organisasi Islam.

"Begitu juga dari berbagai perbedaan yang tumbuh dalam masyarakat di negara tercinta ini. Kita boleh berbeda pendapat dan berai. Hal ini sebagaimana dalam Al-Quran yang artinya berpeganglah kamu dengan tali Allah sekalian dan janganlah kamu bercerai berai,” kata Abuya Syech Amran Waly mengutip ayat tersebut.

Abuya Syech H Amran Waly menyampaikan perbedaan pendapat itu membawa rahmat.

Oleh karena itu tidak boleh bercerai-berai memutuskan hubungan silaturahmi, apalagi menjelek-jelekkan, sehingga mengakibatkan terjadinya permusuhan hingga akhir hayat.

Kemudian Penggagas dan Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Asia Tenggara itu mengapresiasi Bupati dan jajaran serta Anggota memprakarsai dan mendukung kegiatan ini.

Menurutnya, silaturrahmi dan mubahatsah tauhid sufi ini sebagai upaya dan langkah yang sangat baik dan juga wujud tanggung jawab pemerintah.

Ya, tanggung jawab dalam mengantisipasi konflik sosial keagamaan secara terbuka di tengah masyarakat terkait adanya perbedaan-perbedaan dalam memahami agama.

Kemudian Abuya Syech H Amran Waly sangat mengharapkan apa yang dilakukan Bupati Aceh Selatan dapat ditiru dan dilakukan bupati lainnya di Aceh.

Dengan demikian diharapkan persoalan perbedaan yang menjurus kepada permusuhan dapat teratasi dan umat dapat beribadah dengan baik. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved