Sabtu, 6 Juni 2026

Sepak Bola

Newcastle United Minta Penggemar Tidak Berpakaian Bergaya Arab

Newcastle United telah meminta penggemar tidak mengenakan pakaian bergaya Arab ke pertandingan. Klub Liga Premier Inggris itu beralasan, hal itu akan

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/Paul ELLIS
Fans Newcastle berpose dengan pakaian bergaya Arab di depan stadion St James' Park 

SERAMBINEWS.COM, NEWCASTLE - Newcastle United telah meminta penggemar tidak mengenakan pakaian bergaya Arab ke pertandingan.

Klub Liga Premier Inggris itu beralasan, hal itu akan menyebabkan pelanggaran.

Pakaian bergaya Arab telah mulai terlihat saat penggemar merayakan pengambilalihan klub oleh Arab Saudi.

Beberapa pendukung mengenakan jubah tradisional dan lainnya mengenakan hiasan kepala.

Mereka terlihat saat pertandingan Liga Premier pada Minggu (17/10/2021) melawan Tottenham Hotspurs.

Itu menjadi pertandingan pertama The Magpies di bawah pemilik baru mereka, dengan hasil kalah 3-2.

Baca juga: Tottenham Hotspurs Rusak Pesta Arab Saudi di Newcastle United

Pengambilalihan Newcastle senilai £305 juta ($420 juta) distempel oleh Liga Premier awal bulan ini.

"Newcastle United dengan baik hati meminta para pendukung menahan diri mengenakan pakaian tradisional Arab," kata klub pada Rabu (20/10/2021).

Penggemar juga dilarang mengenakan penutup kepala bergaya Timur Tengah pada pertandingan, jika biasanya tidak mengenakan pakaian seperti itu," tambah klub.

Dilansir AFP, sejumlah pendukung datang ke stadion St James' Park mengenakan penutup kepala dan jubah.

Hal itu untuk menandai pengambilalihan klub oleh Dana Investasi Publik (PIF), PCP Capital Partners dan RB Sports & Media.

Klub mengatakan tidak seorang pun di antara kelompok kepemilikan baru yang tersinggung oleh pakaian itu.

Dikatakui, itu menjadi sikap yang positif dan ramah.

Baca juga: Jose Mourinho Akui Miliki Hubungan Emosional dengan Newcastle United

"Namun, tetap ada kemungkinan berpakaian dengan cara ini tidak pantas dan berisiko menyebabkan pelanggaran bagi orang lain," tambah pernyataan itu.

Klub menjelaskan semua penggemar klub, seperti biasa mengenakan pakaian dengan norma budaya atau agama mereka sendiri.

Hal itu untuk mencerminkan komunitas dan kelompok multikultural yang luas dan kaya dari mana klub dengan bangga mendapatkan dukungannya.

Sebelumnya pada Rabu (20/10/1021), Newcastle mengumumkan manajer Steve Bruce meninggalkan klub dengan persetujuan bersama.

Bruce, yang kepergiannya diharapkan secara luas, mengambil alih pertandingan ke-1.000 sebagai manajer.

Tetapi mengalami kekalahan 3-2 Tottenham, pertandingan pertama di bawah pemilik baru.

Tim timur laut Newcastle berada di urutan kedua dari bawah Liga Premier dan tanpa kemenangan liga musim ini.(*)

Baca juga: Penjualan Newcastle United Tambah Daftar Kepemilikan Orang Kaya Arab, Prestasi Klub Melejit

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved