Breaking News:

BUMG Kembalikan Rp 315 Juta ke Kas, Terindikasi Penyimpangan Dana Desa

Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Maju Bersama, Gampong Gunong Pungki, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ RIZWAN
Kapolres Nagan Raya ketika memberikan penjelasan terkait sebuah BUMG mengembalikan dana desa ke kas desa di Mapolres, Kamis (21/10/2021). 

SUKA MAKMUE - Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Maju Bersama, Gampong Gunong Pungki, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, mengembalikan dana desa Rp 315 juta ke kas desa, Kamis (21/10/2021). Pengembalian dilakukan di Polres Nagan Raya karena dana tahun 2018 itu sempat menjadi temuan dugaan adanya penyimpangan dalam penggunaannya.

Prosesi pengembalian di Aula Mapolres dihadiri Kapolres AKBP Setiyawan Eko Prasetiya, Kasat Reskrim AKP Mahcfud, Camat Tadu Raya Bustami, Keuchik Gunong Pungki Ishak Kamil, Inspektorat Erni Mastuti dan DPMG-P4 Maseka Dinata serta aparatur desa. Dana sebesar Rp 315 juta dalam bentuk uang cash diserahkan Ketua BUMG Nyak Abu Bakar kepada pihak desa.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Setiayawan Eko Prasetiya menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik terhadap niat baik yang mengembalian dana desa yang selama ini dikelola BUMG karena pengelolaannya harus sesuai aturan. "Jadi, kami dari kepolisian terus mengawasi sehingga pengelolaan dana desa sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Kasat Reskrim menambahkan, dana Rp 315 juta yang dikembalikan ini sebelumnya diselidiki pihaknya setelah dilaporkan masyarakat. Polisi kemudian menemukan adanya indikasi penyimpangan. "Pihak BUMG mengakui dan mereka bersedia mengembalikan dana tahun 2018 ke kas desa," kata Machfud.

Dikatakan, karena adanya niat baik serta mengakui kesalahan, maka kasus ini tidak dilanjutkan ke kasus pidana. Namun, kata Kasat Reskrim, bila pihak BUMG mengulangi hal serupa maka akan diusut tuntas. "Kami menyambut baik dukungan pihak kecamatan, DPMG, dan Inspektorat sehingga dana desa dapat diselamatkan," katanya.

Maseka Dinata dari Inspektorat mengatakan, pihak Inspektorat dalam hal ini mengawasi sebagaimana diatur dalam peraturan bupati (Perbup) dan Perpres. Bila ditemukan penyimpangan maka harus diproses sesuai aturan yang berlaku. "Pengawasan juga menjadi tanggung jawab semua elemen," katanya.

Pernyataan yang sama dikatakan Camat Tadu Raya, Bustami. Pihaknya menyampaikan bahwa bila ditemukan dugaan penyimpangan dana desa, maka  harus ditindaklanjuti sampai tuntas.

Ketua BUMG Maju Bersama Nyak Abu Bakar mengatakan, dana desa yang dikelola BUMG terdapat sejumlah kegiatan termasuk kebun sawit. Namun hal ini diproses pihak penegak hukum karena diketahui dilakukan tidak sesuai dengan aturan. Maka pihaknya pun mengembalikan ke kas desa. "Kami minta maaf bila ada yang tidak sesuai," kata Nyak Abu bakar.(riz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved