Breaking News:

Digendong Polisi ke Lokasi Vaksinasi, Nenek 90 Tahun Cukup Senang

Meski sudah berusia lanjut, Sutima (90) masih terlihat segar bugar. Ia meminta polisi dari Satlantas Polres Simeulue untuk membawanya ke lokasi vaksin

Editor: bakri
DOK SATLANTAS POLRES SIMEULUE
Kanit Reg Ident Satlantas Polres Simeulue, Aipda Indra Maulana, menggendong Nek Sutima untuk dibawa ke lokasi vaksinasi di Pustu Inor, Kecamatan Teupah Barat, Simeulue, Kamis (21/10/2021). 

* Minta Disuntik Vaksin Covid-19

"Alhamdulillah, Nek Sutima sehat. Tapi, beliau tidak divaksin meski dia ingin divaksin. Sebab, dengan usianya yang sudah mencapai 90 tahun, Nek Sutima tidak sanggup lagi untuk berjalan," tandas Indra.

Meski sudah berusia lanjut, Sutima (90) masih terlihat segar bugar. Ia meminta polisi dari Satlantas Polres Simeulue untuk membawanya ke lokasi vaksinasi massal yang digelar di Puskemas Pembantu (Pustu) Inor, Kecamatan Teupah Barat, Kamis (21/10/2021).

Kanit Reg Ident Satlantas Polres Simeulue, Aipda Indra Maulana, yang menggendong Nek Sutima, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, rumah Nek Sutima berjarak sekitar tiga kilometer dari gerai vaksin presisi yang dibuka Satlantas Polres Simeulue di Desa Inor.

Karena jaraknya yang jauh, menurut Indra, ia bersama petugas langsung menuju rumah Nek Sutima untuk menjempunya karena nenek tersebut meminta ikut ke lokasi vaksinasi. "(Digendong) dari rumahnya ke jalan raya sekitar 200 meter. Lalu, dibawa menggunakan mobil bersama petugas hingga ke lokasi vaksinasi," ungkapnya.

Setiba di tempat kegiatan itu dilaksanakan, lanjut Aipda Indra, Nek Sutima langsung dilayani oleh petugas medis dan dicek kesehatannya. "Alhamdulillah, Nek Sutima sehat. Tapi, beliau tidak divaksin meski dia ingin divaksin. Sebab, dengan usianya yang sudah mencapai 90 tahun, Nek Sutima tidak sanggup lagi untuk berjalan," tandas Indra.

Nek Sutimah yang hanya bisa berbahasa daerah Simeulue itu saat digendong polisi untuk dibawa ke gerai vaksin presisi, turut didampingi Sekretaris Desa Inor, Zulkifli, selaku penerjemah. "Nenek itu tidak bisa Bahasa Indonesia. Karena hanya bisa bahasa daerah, beliau didampingi oleh Sekdes sebagai penerjemah. Saat diperiksa dokter, Nek Sutima juga banyak berbicara dan ceria terus," tukasnya.

Selama pelaksanaan vaksinasi massal di tempat itu, tambahnya, tercarat lebih dari 120-an warga yang divaksin dan selebihnya ada yang ditunda. "Cukup senang Nek Sutima saat kita antar pulang ke rumahnya. Jajaran Satlantas Polres Simeulue turut berbagi sedikit rezeki dan kita kasih untuk Nek Sutima," pungkas Aipda Indra Maulana.

Genjot persentase vaksinasi

Sementara itu, program vaksinasi Covid-19 secara massal masih terus berlangsung hingga saat ini di Simeulue. Gerai-gerai vaksin di tingkat kabupaten hingga kecamatan tetap buka pelayanan. Untuk persentase sasaran vaksinasi di wilayah kepulauan itu hampir mencapai 35 persen.

Bupati Simeulue, Erli Hasim, didampingi Dandim 0115, Kapolres, dan Kajari setempat mengatakan terjadi peningkatan jumlah vaksinasi di Simeulue sejak digenjot dalam sebulan terakhir.  "Alhamdulillah, capaian vaksinasi terus meningkat. Sebelumnya masih 12 persen, tapi sekarang sudah hampir 35 persen. Target kita, akhir bulan ini bisa mencapai 50 persen," jelas Erli Hasim, saat meninjau gerai vaksinasi yang dibuka Polres Simeulue pada salah satu warung kopi di kawasan Sinabang, Rabu (13/10/2021) pekan lalu. (sari muliyasno)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved