Breaking News

MotoGP

Ungkap Alasan Dirinya Pensiun Muda dari MotoGP, Casey Stoner: Motor Seharusnya Berbahaya dan Sulit

Legenda MotoGP yang meraih juara dunia dua kali, Casey Stoner, membuat pernyataan menarik saat diwawancarai tentang alasan dirinya pensiun....

Editor: Eddy Fitriadi
(AFP Photo/Ronny Hartmann)
Legenda MotoGP Casey Stoner. Legenda MotoGP yang meraih juara dunia dua kali, Casey Stoner, membuat pernyataan menarik saat diwawancarai tentang alasan dirinya pensiun dari MotoGP. 

SERAMBINEWS.COM - Legenda MotoGP yang meraih juara dunia dua kali, Casey Stoner, membuat pernyataan menarik saat diwawancarai tentang alasan dirinya pensiun dari MotoGP.

Pria ini meraih gelar juara dunia dari kelas premier MotoGP pada 2007 bersama Ducati dan 2011 bersama Repsol Honda.

Stoner bahkan dimasukkan ke dalam grup alien MotoGP bersama Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa pada masanya.

Salah satu keunggulan Stoner yang sulit ditandingi adalah kemampuannya dalam menjinakkan kuda besinya.

Stoner mengaku bahwa dia lebih suka beradaptasi dengan motor balapnya daripada meminta mekanik menyesuaikan motor dengan gaya berkendaranya.

Berkompetisi di tengah era perkembangan unit pengendali elektronik (ECU), Stoner pun lebih memilih setelan apa adanya untuk berlomba.

Pembalap penguji Ducati, Michele Pirro, dalam sebuah wawancara sampai menyebut setelan motor Stoner tidak manusiawi karena sangat sulit dikendarai.

"Karakteristik Casey tidak bisa digantikan, hanya dia pembalap yang benar-benar membuat saya terkesan," kata Pirro, dilansir dari GPOne.

"Dia memiliki gaya berkendara yang luar biasa. Saya pernah mencoba mapping-nya saat tes dan tidak bisa menyelesaikan satu lap pun di Sepang."

"Dia biasa memutari lintasan tanpa perangkat pengendali, dan bisa mengatasi semuanya dengan pergelangan tangannya."

"Saya pikir hanya dia yang memiliki karakteristik ini. 'Stoner map' adalah sesuatu yang tidak manusiawi," ujar Pirro.

Stoner sendiri menyebut teknologi motor yang makin maju menjadi alasannya pensiun muda dari MotoGP.

Sebagai informasi, pembalap berjuluk The Kuri-kuri Boy itu pensiun pada usia 27 tahun tersebut, tepatnya pada musim 2012.

Hal itu dikatakannya ketika menjadi bintang tamu dalam sebuah acara sponsor di sela-sela seri balap MotoGP Emilia Romagna pada Kamis (21/10/2021).

"Kenapa saya pensiun? Sederhana, saya selalu menyukai motor 2 tak. Bagi saya mesin 2 tak adalah mesin sejati untuk balapan," kata Stoner.

"Sulit, tidak bisa diprediksi, bahkan sejak saya pindah dari kelas 250cc ke MotoGP saya merasa motor 4 tak lebih mudah."

"Pertama-tama adalah elektronik, yang mengambil alih kendali, kemudian aerodinamika, dan teknologi yang makin canggih."

"Sementara saya senang mengenderai motor, mengendalikannya. Motor seharusnya berbahaya, sulit."

"Secara bertahap MotoGP berubah, perbedaan waktu di latihan bebas makin kecil, mereka mencoba menekan biaya tes dan menambah biaya lain secara besar-besaran."

MotoGP sudah beralih dari motor 2 tak ke motor 4 tak sejak 2002. Pada tahun itu pula kelas para raja berubah nama dari 500cc menjadi MotoGP.

Selain masalah motor, sudah bukan rahasia lagi bahwa keengganan berinteraksi dengan media menjadi alasan lain Stoner pensiun lebih cepat.

"Anda semua tahu seberapa besar cinta saya dengan kewajiban menemui media," kata Stoner dengan nada sarkasme.

"Bagaimanapun, pada akhirnya saya menyadari komitmen utama saya bukan balapan motor, dan mungkin hanya dedikasi saya untuk itu hanya 5-10 persen."

"Saya hanya tidak bisa menikmatinya lagi," katanya lagi.(*)

Artikel ini telah tayang di Bolasport.com dengan judul "Seberapa Gereget Legenda MotoGP Casey Stoner? 'Saya Pensiun karena Motornya Makin Gampang'"

Sumber: BolaSport.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved