Breaking News:

Berita Aceh Timur

Anggota DPRA Pertanyakan Kelanjutan Pembangunan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues Segmen 1

Sebab, menurut Iskandar Usman Al-Farlaky, hingga kini proyek tersebut belum ada tanda-tanda dikerjakan.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky 

Sebab, menurut Iskandar Usman Al-Farlaky, hingga kini proyek tersebut belum ada tanda-tanda dikerjakan.

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, mempertanyakan kelanjutan proyek Multi Years Contract (MYC) paket pembangunan jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues Segmen 1.

Sebab, menurut Iskandar Usman Al-Farlaky, hingga kini proyek tersebut belum ada tanda-tanda dikerjakan.

Hal itu disampaikan Iskandar dihadapan Sekda Aceh Taqwallah dalam rapat paripurna di DPRA, Jumat (22/10/2021).

"Jangan ada kepetingan sehingga rakyat dikorbankan, rakyat menjerit di sana. Gajah yang berkelahi, rakyat dikorbankan. Mobil sawit terbalik. Barang jadi mahal di sana," tegas Iskandar. 

Dia juga mengingatkan Pemerintah Aceh, jika tidak segera merespon pihaknya akan bergerak bersama keuchik dan rakyat mendemo kantor gubernur. 

Baca juga: Anggota DPRA Tagih Janji Pemerintah Aceh, Soal Tender Ulang Segmen 1 Ruas Jalan Peureulak-Lokop

Baca juga: Akhirnya, KPA dan Rekanan Teken Kontrak Pembangunan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues Segmen 3

Baca juga: Kejati Beri Sinyal Hukum, Pemerintah Segera Bangun Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues Segmen 3

"Ini akan menjadi perhatian kami yang di dapil Aceh Timur. Saya tegaskan, jangan hanya janji. Mana komitmennya Pemerintah Aceh," ungkap Iskandar.

Dalam kesempatan itu, Iskandar juga menyentil soal kelangkaan minyak solar di sejumlah SPBU yang mengakibatkan antrean panjang sehingga berujung kemacetan. 

Dia menuding Pertamina tidak becus dan Pemerintah Aceh lalai melakukan pengawasan.

"Kita minta ini diawasi oleh dinas terkait. Apa sebenarnya yang terjadi. Selain itu, nelayan juga sangat sulit mendapatkan BBM jenis solar ini," tegasnya. (*)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved