Breaking News:

Berita Kutaraja

PN Tipikor Banda Aceh Gelar Sidang Prapradilan Pemohon Tersangka Kasus Bebek Petelur di Agara

Sidang Praperadilan dipimpin Majelis Hakim Safri, SH, MH dengan agenda pembacaan permohonan.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
STOP KORUPSI 

Laporan Asnawi Luwi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh menggelar sidang praperadilan dari empat orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi selaku pemohon melawan termohon Ditreskrimsus Polda Aceh, Jumat (22/10/2021).

Sidang Praperadilan dipimpin Majelis Hakim Safri, SH, MH dengan agenda pembacaan permohonan.

Persidangan praperadilan dari tersangka selaku pemohon langsung dihadiri kuasa hukum/pengacara tersangka. Sedangkan dari termohon diwakili tim gabungan Bidkum dan Tipikor Polda Aceh.

Sementara itu, Humas PN Tipikor Banda Aceh, Sadri, SH, MH yang dikonfirmasi Serambinews.com, Jumat (22/10/2021), mengatakan, sidang praperadilan penetapan empat tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bebek petelur Aceh Tenggara selaku pemohon melawan termohon Polda Aceh dengan agenda sidang pertama pembacaan permohonan pemohon.

Persidangan praperadilan dimulai pukul 09.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB atau sekitar satu jam.

Agenda sidang praperadilan pembacaan permohonan kemduain ditunda hingga Senin 25 Oktober tahun 2021, untuk jawaban termohon (Polda Aceh).

Baca juga: Polda Aceh di Praperadilan Tersangka Korupsi Bebek Petelur di Agara, Ini Kata Nazaruddin Dek Gam

Baca juga: Tersangka Kasus Korupsi Bebek Petelur Praperadilankan Polda Aceh, BPKP Siap Bantu Polisi

Baca juga: Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Bebek Petelur Agara Ajukan Permohonan Praperadilan

Seperti diberitakan sebelumnya, empat tersangka dugaan korupsi pengadaan bebek petelur di Dinas Pertanian Aceh Tenggara tahun 2019 mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Khusus (Tipikor) Banda Aceh.

Permohonan praperadilan diajukan atas penetapan sebagai tersangka dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 4,2 miliar tersebut sebagaimana Laporan Hasil Audit perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh.

Dalam praperadilan ini, Yuda Pratama, Khasiman, H Asbi SE, dan Marhalim SP, keempatnya adalah tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bebek petelur di Dinas Pertanian Aceh Tenggara tahun 2019, didampingi kuasa hukum Catur Ramadani SHI MH, Suherman Nasution SH MH, dan Irham Parlin Lubis SH MH.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved