Breaking News:

Berita Pidie

Belum Serah Terima, Rumah Nelayan Bantuan APBN Ditinggali Secara Liar

"Saat ini, sebagian warga telah menempati secara liar rumah bantuan permanen untuk nelayan,” kata Keuchik Mantak Raya Kamaluddin.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Rumah bantuan untuk nelayan di Gampong Mantak Raya, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Minggu (24/10/2021). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Puluhan rumah permanen tipe-36 yang dibangun dengan dana APBN sebesar Rp 5 miliar, belum diserahkan Pemkab Pidie kepada nelayan.

Rumah nelayan itu telah selesai dibangun pada tahun 2016 lalu, di Gampong Mantak Raya, Kecamatan Simpang Tiga. 

"Saat ini, sebagian warga telah menempati secara liar rumah bantuan permanen untuk nelayan,” kata Keuchik Mantak Raya Kamaluddin, kepada Serambinews.com, Minggu (24/10/2021).

“Warga yang menempati rumah itu sekitar 18 orang asal Gampong Mantak Raya dan sisanya gampong tetangga," lanjut Keuchik Kamaluddin.

Menurutnya, sekitar 20 lebih warga telah menempati secara liar rumah bantuan untuk nelayan tersebut. 

"Warga sempat minta izin sama saya, dan saya bilang izin menempati rumah bantuan itu sama Pemkab, bukan sama saya,” beber dia.

Baca juga: Rumah Nelayan di Abdya Terbakar Saat Pemiliknya Pergi Melaut

“Pemkab belum menyerahkan rumah bantuan yang dibangun di atas tanah yang dibeli BRR tersebut," jelasnya.

Ia menyebutkan, dirinya telah menyampaikan kepada warga yang saat ini menempati secara liar itu bahwa rumah bantuan tersebut khusus untuk nelayan. 

Menurut warga, mereka menempati rumah bantuan tersebut karena tidak memiliki rumah.

"Jika memang saat pembagian ada warga yang sekarang telah menempati, ternyata tidak memperolehnya, maka warga harus rela meninggalkan rumah bantuan itu,” tegas Keuchik. 

“Tapi, jika mendapatkan rumah bantuan itu, silakan menempatinya. Rumah bantuan itu khusus untuk nelayan yang memiliki kartu nelayan," jelasnya.

Menurut Kamaluddin, rumah bantuan nelayan itu berjumlah 50 unit, yang sebelumnya telah telantar.

Baca juga: Warga dan Pelaksana Jadi Korban Penipuan Rumah Bantuan di Aceh Barat

Sehingga banyak bagian material rumah hilang dan kabel listrik raib. Tak hanya itu, kondisi rumah rusak karena telah lama telantar.

" Kendala warga yang menempati rumah itu belum memiliki kartu nelayan. Tapi, kita akan meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie untuk membantu membuat kartu nelayan supaya bisa menempati rumah bantuan nelayan tersebut," tukasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved