Breaking News:

Harga Minyak Goreng Bakal Naik? GIMNI Minta HET Dinaikkan Jadi Maksimal Rp 15.600 Per Liter

Sementara itu, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia atau GIMNI meminta HET minyak goreng dievaluasi.

Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/ MUHAMMAD NASIR
Minyak goreng kemasan disediakan dalam Bazar Minyak Goreng Murah Sinar Mas di Taman Sari, Banda Aceh, Jumat (3/5/2019). 

Sementara itu, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia atau GIMNI meminta HET minyak goreng dievaluasi.

SERAMBINEWS.COM - Harga Eceran Tertinggi atau HET minyak goreng kemasan sederhana saat ini Rp 11 ribu per liter. 

Sementara itu, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia atau GIMNI meminta HET minyak goreng dievaluasi.

Mereka meminta HET minyak goreng naik maksimal menjadi Rp 15.600 per liter.

"Harga jual minyak goreng di pasar sudah selayaknya cepat ditanggapi oleh regulator dan menaikkan harga jual saat ini di level Rp 15.600 per liter," ujar Direktur Eksekutif GIMNI Sahat Sinaga saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (24/10/2021).

Sahat bilang saat ini harga minyak sawit mentah (CPO) sebagai bahan baku minyak goreng telah mencapai Rp 14.010 per kilogram (kg).

Sementara itu dibutuhkan biaya angkut yang mencapai Rp 350 hingga Rp 370 per kg.

Industri produsen minyak goreng juga disebut terpisah dengan industri pengemas minyak goreng.

Oleh karena itu, Sahat mengatakan industri minyak sawit memiliki rantai produksi yang banyak.

Karena itu ada sejumlah komponen dalam menetapkan harga minyak goreng. Antara lain adalah harga CPO, biaya pengolahan, biaya kemas, dan distribusi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved