Internasional
Asosiasi Profesional Sudan Serukan Warga Turun ke Jalan, Lawan Kudeta Militer
Asosiasi Profesional Sudan, kelompok politik pro-demokrasi meminta orang-orang turun ke jalan untuk melawan kudeta militer.
SERAMBINEWS.COM, KHARTOUM - Asosiasi Profesional Sudan, kelompok politik pro-demokrasi meminta orang-orang turun ke jalan untuk melawan kudeta militer.
Asosiasi itu juga mengatakan ada penutupan internet dan sinyal telepon usai kudeta.
Sejak Agustus 2019, negara itu dipimpin oleh pemerintahan sipil-militer yang bertugas mengawasi transisi ke pemerintahan sipil penuh.
Blok sipil utama, Pasukan untuk Kebebasan dan Perubahan (FFC) yang memimpin protes anti-Bashir pada 2019, terpecah menjadi dua faksi yang berlawanan.
“Krisis direkayasa dalam bentuk kudeta yang merayap,” kata pemimpin FFC, Yasser Arman pada konferensi pers Sabtu (23/10/2021) di Khartoum.
“Kami memperbarui kepercayaan pada pemerintah, Perdana Menteri Abdalla Hamdok," jelasnya.
"Harus segera mereformasi lembaga transisi, tetapi tanpa dikte atau pemaksaan,” tambah Arman.
Baca juga: Enam Perwira Intelijen Sudan Tewas, Usai Baku-Tembak dengan Kelompok Militan
Sebuah upaya kudeta yang gagal pada September 2021 memecah negara itu di sepanjang garis lama.
Sehingga, kelompok Islam konservatif menginginkan pemerintahan militer melawan mereka yang menggulingkan Omar Al-Bashir dalam protes massal.
Dalam beberapa hari terakhir ini, kedua kubu telah turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi.
Pekan lalu, beberapa menteri kabinet mengambil bagian dalam protes besar di beberapa bagian Khartoum dan kota-kota lain menentang prospek kekuasaan militer.
Kepala militer Dewan Berdaulat sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk transisi.(*)
Baca juga: Arab Saudi Kecam Keras Upaya Kudeta Gagal di Sudan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-sudan-demonstrasi-di-khartoum.jpg)