Breaking News:

Ikan Aceh Dikirim ke Jakarta

Dalam minggu ini hasil tangkapan nelayan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, melimpah. Kondisi itu membuat harga

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Banda Aceh melakukan aktifitas bongkar muat ikan usai melaut, Selasa (12/3/2019). 

BANDA ACEH - Dalam minggu ini hasil tangkapan nelayan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo, melimpah. Kondisi itu membuat harga lelang ikan di PPS itu pun menurun, dari sebelumnya berkisar Rp 15.000-Rp 16.000/kg, menjadi Rp 11.500/kg. Hal itu diungkapkan pedagang pengepul ikan antarpulau PPS Lampulo, Yohannes, Minggu (24/10/2021).

Dikatakan, akibat melimpahnya hasil tangkapan nelayan, para tauke bangku banting harga ikan. “Untuk ikan Cakalang ukuran kecil dilelang Rp 11.500/kg. Sedangkan yang berukuran sedang Rp 15.000/kg dari sebelumnya Rp 20.000/kg,” ujarnya.

Karena murah, kata Johannes, dia yang biasanya hanya membeli 15 ton, kini menjadi 35 ton. Ikan-ikan itu nantinya akan dijual ke luar Aceh, seperti Medan dan Jakarta.

Jenis ikan yang akan dijual ke Medan atau Jakarta umumnya jenis Cakalang kecil dan ikan Layang. Harga lelangnya di Lampulo Rp 15.000/kg. “Kalau harga lelang segitu masih bisa untuk dijual ke luar Aceh. Tapi jika harga lelang berkisar Rp 17.000-Rp 20.000, sudah tak ekonomis lagi,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Asosiasi Industri Ikan Aceh (AIIA), Nurchalis. Dikatakan, minggu ini hasil tangkapan nelayan Lampulo cukup banyak. Dia juga menyatakan membeli hasil tangkapan nelayan itu antara 20-25 ton per hari. “Ikan-ikan itu dibekukan dan dikirim ke berbagai daerah, seperti Medan, Riau, Batam, Padang, dan Jakarta,” tuturnya.

Kendati hasil tangkapan nelayan melimpah, kata Nurchalis, tapi harga lelangnya belum berada di bawah Rp 10.000/kg. Ini artinya, harga lelang ikan di dermaga PPS Kutaradja Lampulo, masih ekonomis dan nelayan belum rugi. ”Tapi bila harga lelang ikan sudah sampai pada harga Rp 7.000/kg, ini sudah lampu merah, dan nelayannya pasti akan mengelami rugi besar,” ujarnya.(her)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved