Breaking News:

Internasional

Pelaku Kasus Kekerasan Bersenjata Beirut Dirujuk ke Penuntutan Militer, 68 Orang Didakwa

Tentara Lebanon menyatakan penyelidikan atas kekerasan bersenjata di Beirut pekan lalu telah selesai. Dikatakan, mereka yang ditahan dirujuk

Editor: M Nur Pakar
AFP/IBRAHIM AMRO
Seorang pejuang Hizbullah menembakkan senjatanya selama upacara pemakaman anggotanya yang tewas dalam bentrokan di pinggiran selatan Beirut, Lebanon pada Jumat 915/10/2021). . 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Tentara Lebanon menyatakan penyelidikan atas kekerasan bersenjata di Beirut pekan lalu telah selesai.

Dikatakan, mereka yang ditahan dirujuk ke Penuntut Umum Militer.

Tujuh pengikut kelompok Hizbullah Syiah Lebanon yang didukung Iran dan sekutunya, Gerakan Amal, tewas pada 14 Oktober 2021.

Mereka tewas dalam kekerasan jalanan terburuk di Beirut dalam lebih dari satu dekade.

Dilansir AP, seorang hakim Lebanon, Senin (25/10/2021) mendakwa 68 orang dalam bentrokan mematikan bulan ini di Beirut.

Bentrokan di selatan Beirut pada 14 Oktober 2021menjadi pertempuran terburuk di ibukota dalam beberapa tahun terakhir ini.

Baca juga: Pengadian Militer Periksa Ketua Kelompok Kristen Pasukan Lebanon, Terkait Kerusuhan di Beirut

Bentrikan itu pecah selama protes yang diorganisir Hizbullah terhadap hakim yang memimpin penyelidikan ledakan besar pelabuhan Beirut.

Kantor Berita Nasional mengatakan Komisaris Pemerintah untuk Hakim Pengadilan Militer Fadi Akiki mendakwa 68 orang.

Mereka dituduh melakukan pembunuhan, percobaan pembunuhan, menghasut perselisihan sektarian, memiliki senjata tanpa izin dan sabotase.

Pertempuran berlangsung selama lima jam antara pendukung dua faksi Syiah Lebanon yang kuat, Hizbullah dan Amal dengan pendukung partai Pasukan Kristen Lebanon.

Baca juga: Pemimpin Hizbullah Minta Pemerintah Lebanon Tidak Picu Perang Saudara

Insiden itu terjadi di lingkungan Chiyah dan Ain el-Rumaneh di Beirut.

Sebuah garis depan yang sama yang membagi ibu kota menjadi bagian-bagian yang bertikai selama perang saudara di negara itu.

NNA mengatakan 18 ditahan sementara 50 sisanya masih buron.

Samir Geagea, pemimpin partai Pasukan Lebanon, menolak untuk ditanyai oleh Akiki.

Sebelum kecuali hakim terlebih dahulu menanyai pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah.(*)

Baca juga: Anggota Parlemen Lebanon Bersembunyi, Khawatir Jadi Target Pembunuhan Hizbullah

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved