Breaking News:

Pakar Global Kecam WHO, Klaim Vaping Jauh Lebih Rendah Risiko Kesehatan Dibanding Kretek

Dalam surat kepada WHO, para ahli meminta WHO untuk memodernisasi pendekatannya terhadap kebijakan tembakau.

Editor: Mursal Ismail
TRIBUNNEWS
Rokok Elektrik 

Dalam surat kepada WHO, para ahli meminta WHO untuk memodernisasi pendekatannya terhadap kebijakan tembakau.

SERAMBINEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dikecam lantaran berkeras dengan sikap mereka yang anti vaping.

Kecaman itu oleh 100 pakar global. 

Sikap ini dinilai berkontribusi terhadap jutaan kematian terkait konsumsi rokok yang seharusnya bisa dihindari.

Dalam surat kepada WHO, para ahli meminta WHO untuk memodernisasi pendekatannya terhadap kebijakan tembakau.

Menurutnya produk rokok elektrik seperti vaping jauh lebih rendah risiko.

“Ada bukti kuat bahwa produk bebas asap rokok jauh lebih rendah risiko dibandingkan rokok dan bahwa produk ini dapat menggantikan kebiasaan merokok bagi individu dan pada tingkat populasi,” tulis mereka.

Menjelang Conference of Parties (CoP) ke-9, sekelompok pakar nikotin menyampaikan kecaman terhadap WHO karena mengabaikan potensi untuk mengubah pasar konsumen tembakau dari komoditas berisiko tinggi menjadi produk berisiko lebih rendah.

Surat terbuka tersebut ditujukan kepada sejumlah pihak yang menjadi bagian dari Kerangka Kovensi Pengendalian Tembakau (FCTC).

“WHO telah menjalankan kampanye pelarangan terhadap pengurangan dampak dari tembakau, meskipun pengurangan dampak tembakau adalah bagian dari kebijakan resminya dalam FCTC,” kata Dr. Colin Mendelsohn, ketua pendiri Asosiasi Pengurangan Dampak Buruk Tembakau Australia dan salah satu dari 100 pakar global yang menandatangani surat terbuka tersebut, seperti dikutip dari laman News.com.au, Selasa (26/10/2021).

Mendelsohn mengatakan WHO selalu berlebihan dan terus-menerus mendapat informasi yang salah tentang pengurangan dampak buruk tembakau.

“Kondisi ini akan menyebabkan lebih banyak kematian dan penderitaan akibat merokok, terutama di negara berpenghasilan rendah serta menengah di mana sebagian besar kematian akibat rokok sudah terjadi,” ucapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pakar Global Klaim Vaping Jauh Miliki Risiko Kesehatan Lebih Rendah Ketimbang Kretek

Berita lain terkait rokok elektrik

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved