Breaking News:

Mantan Anggota Dewan Dituntut Hukuman Mati, Kasus Penyelundupan Sabu

Jaksa Penuntut Umum, dari Kejaksaan Aceh Timur, menuntut tiga terdakwa perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika seberat 26 kg

Editor: bakri
SERAMBI/SENI HENDRI
Ketua Majelis Hakim, Apriyanti SH MH, memimpin sidang pembacaan tuntutan terhadap tidak tiga terdakwa penyelundupan sabu-sabu 26 Kg, dengan hukuman pidana mati, dalam sidang yang berlangsung secara virtual, Rabu (27/10/2021). 

IDI - Jaksa Penuntut Umum, dari Kejaksaan Aceh Timur, menuntut tiga terdakwa perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika seberat 26 kg agar dijatuhi pidana hukuman mati oleh majelis hakim pengadilan negeri Idi, dalam sidang pembacaan tuntutan yang berlangsung secara virtual, Rabu (27/10).

Ketiga terdakwa yang dituntut hukuman pidana mati yakni, Usman Sulaiman (mantan anggota DPRK), Mahmuddin Hasan, dan Rajali Usman.

Jaksa Cherry Arida SH, didampingi Harry Arfhan SH MH, saat membacakan tuntutan menyatakan bahwa ketiga terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pemufakatan jahat melakukan tindak pidana narkotika, secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika golongan l, dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram yang melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI, Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menuntut supaya majelis hakim pengadilan negeri Idi, memutuskan menjatuhkan pidana terhadap ketiga terdakwa dengan pidana mati," ungkap JPU Harry Arfhan.

Jaksa juga membeberkan beberapa hal yang memberatkan sehingga menuntut para terdakwa agar dijatuhi hukuman mati yaitu, perbuatan terdakwa tidak mendukung kebijakan pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas peredaran narkoba.

Terdakwa Usman Sulaiman merupakan seorang mantan anggota dewan yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat. Perbuatan terdakwa dapat merusak generasi muda bangsa dan meresahkan masyarakat.

JPU, juga meminta majelis hakim agar menyatakan barang bukti para terdakwa dalam kasus ini yakni, 10.734 gram Narkotika jenis sabu-sabu, 7.498 gram Narkotika jenis sabu-sabu, dan 8.433 gram Narkotika jenis sabu-sabu, dan sejumlah barang bukti lainnya.

Ketua Majelis Hakim, Apriyanti SH MH, didampingi dua hakim anggota Khalid AMD SH MH, dan Tri Purnama SH, yang memimpin sidang ini mengatakan, atas tuntutan Jaksa tersebut, para terdakwa berhak melakukan pembelaan. Dan sidang dilanjutkan Selasa depan dengan agenda pembelaan dari terdakwa.

Penasehat hukum ketiga terdakwa Johan Perkasa SH mengatakan, pihaknya akan melakukan pembelaan secara tertulis.

"Ketiga terdakwa dituntut dengan pidana mati. Jelas kami akan melakukan pembelaan. Berdasarkan fakta sidang lalu, tuntutan JPU ini terlalu berat, padahal ketiga terdakwa sebagai kurir bukan pemilik," ungkap Johan Perkasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketiga terdakwa ini ditangkap oleh tim BNN di Idi Rayeuk, pada 20 April 2021 lalu.

Hasil penggeledahan tim BNN dari mobil Ford Doble Babin dengan nomor polisi BM 8330 TM, waktu itu ditemukan narkoba sabu 10 bungkus plastik di bawah wiper, 7 bungkus plastik di belakang bemper depan, dan 8 bungkus plastik di bawah jok belakang.(c49)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved