Breaking News:

Napi Lapas Lhokseumawe Diajari Pengelasan,Berharap Bisa Mandiri Saat Bebas Nanti

SEBANYAK 40 narapidana Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lhokseumawe, terlihat tekun belajar teknis pengelasan di ruang dan area bimbingan

Editor: bakri
For Serambinews.com
Sebanyak 40 narapidana Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas Ii A Lhokseumawe, dalam beberapa hari ini sudah mulai melakukan praktik ketrampilan pengelasan di ruang dan area bimbingan kerja Lapas setempat. 

Diharapkan, saat bebas nantinya, mereka sudah memiliki keterampilan yang bisa digunakan dalam memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya.

SEBANYAK 40 narapidana Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lhokseumawe, terlihat tekun belajar teknis pengelasan di ruang dan area bimbingan kerja Lapas setempat.

Kegiatan ini sudah berjalan sejak 16 Oktober 202 lalu dan akan berlangsung selama 20 hari, sebagai rangkaian dari pembinaan kemandirian yang diberikan kepada narapidana.

"Dengan memiliki keterampilan, kami berharap bisa berusaha secara mandiri saat bebas nanti," kata seorang Napi yang menjadi peserta pelatihan tersebut.

Kepala Lapas Kelas II Lhokaeumawe, Nawawi, Rabu (27/10), menjelaskan, pelatihan ketrampilan pengelasan yang dibuka pada Diikuti oleh 40 orang narapidana yang semuanya adalah laki-laki.

Sedangkan sebelum mereka melakukan praktik ini, lanjut Nawawi,  para narapidana juga telah dibekali berbagai pengetahuan dasar tentang pengelasan itu sendiri. Sehingga, dapat membantu memudahkan bagi mereka saat melakukan praktik.

"Keterampilan pengelasan ini dilaksanakan selama 20 hari, direncanakan akan berakhir pada 6 November 2021mendatang," paparnya.

Lanjut Nawawi, dengan adanya pembinaan kemandirian berupa pelatihan keterampilan pengelasan ini, diharapkan mereka bisa memiliki pengetahuan dan keterampilan.

"Sehingga saat mereka bebas nantinya, sudah memiliki keterampilan yang bisa digunakan dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup keluarganya," jelasnya.

Dalam melakukan kegiatan praktik ketrampilan pengelasan, setiap harinya selalu didampingi oleh empat orang tenaga instruktur dari Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) dan petugas Lapas, agar terhindar dari kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkannya.

"Program kegiatan pembinaan kemandirian bagi narapidana ini sebagai wujud dari hasil kerjasama antara Lapas Kelas IIA Lhokseumawe dengan Politeknik Negeri Lhokseumawe yang telah ditandangani pada 2020 yang lalu," demikian Nawawi.(bah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved