Breaking News:

Serambi Podcast

Partisipasi Pemuda dalam Pengawasan Pemilu

Pemuda merupakan aktor yang bisa melakukan perubahan dari proses demokrasi di Indonesia, terutama dalam meningkatkan paritisipasi & pengawasan pemilu

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Serambinews.com
Serambi Podcast bersama Bawaslu Aceh dengan tema "Partisipasi Pemuda Dalam Pengawasan Pemilu" menghadirkan narasumber: Marini (Kordiv. Pengawasan dan Hubal Panwaslih Prov. Aceh), Margaret Aliyatul, (Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia), Khairil Akbar, (Akademisi FH USK), dipandu oleh host Agus Ramadhan (Jurnalis Serambi Indonesia) di siarkan langsung melalui Facebook Serambinews All Fanpage Serambi Group. Jumat, (29/10/2021) 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH, - Pemuda sangat berperan penting sebagai agen perubahan dalam mengawasi jalannya pemilihan umum (pemilu) di Indonesia. 

Dalam proses pemilu yang akan datang, pemuda harus mampu mengambil peranan penting dalam pengawasan jalannya pesta demokrasi. 

“Bagi kami sebagai pengawas pemilu, pemuda itu merupakan aktor yang bisa melakukan perubahan dari proses demokrasi di Indonesia, terutama dalam meningkatkan paritisipasi dan pengawasan pemilu,” kata Marini, Kordiv Pengawasan dan Hubal Panswaslih Provinsi Aceh dalam program Serambi Podcast edisi Jumat (29/10/2021). 

Serambi Podcast hari ini mengangkat tema “Partisipasi Pemuda dalam Pengawasan Pemilu”, yang mnghadirkan tiga narasumber. 

Mereka adalah Marini selaku Kordiv Pengawasan dan Hubal Panswaslih Provinsi Aceh, Margaret Alyatul Maimunah dari Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Khairil Akbar, Akademisi Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, yang dipandu oleh jurnalis Serambi Indonesia, Agus Ramadhan.

Baca juga: Kenangan Bupati Aceh Jaya T Irfan TB, Jadi Loper Koran Serambi untuk  Uang Jajan Tambahan

Baca juga: Seleksi Calon Anggota KPU dan Bawaslu: Masyarakat yang Penuhi Syarat Silakan Daftar

Marini mengatakan, dalam menghadapi Pemilu Serentak 2024 mendatang, peran pemuda sangat dibutuhkan dalam meningkatkan partisipasi pemilihan kepada masyarakat. 

“Setidaknya memberikan edukasi penyadaran dan pemahaman pemilu yang baik itu seperti apa, dan memberi pemahaman kepada masyarakat jika ada indikasi kecurangan selama pemilu dan langkahnya,” kata Marini. 

Ia pun meminta kepada seluruh pemuda untuk terlibat aktif dalam penyelenggaraan dan mengawasi jalannya pemilu. 

“Karena bagi kami Bawaslu, keberhasilan itu tidak hanya menangani setiap laporan tetapi bagaimana melakukan pencegahan dengan andanya partisipasi pemuda dalam mengawal ini,” imbuhnya. 

Sementara itu, dalam pemilu, Margaret Alyatul Maimunah mengingatkan bahwa pemuda yang belum memiliki hak politik, tidak boleh dilibatkan dalam kegiatan dan kampanye politik. 

“Jika dikaitkan dengan rentan usia pemuda antara 16-17 tahun yang belum punya KTP, artinya dia pemuda atau anak yang tidak punya hak untuk memilih. (mereka) ini tidak boleh diikut sertakan (dalam kegiatan politik,” jelas anggota KPAI itu. 

Baca juga: KPU dan Bawaslu Segera Buka Pendaftaran Anggota untuk Umum, Tertarik?

Baca juga: Mendagri Umumkan Tim Seleksi Calon Anggota KPU RI dan Bawaslu RI Periode 2022-2027

Maraget pun mendorong para pemuda untuk terlibat aktif dalam pencegahan dan pengawasan pemilu yang akan datang. 

Di samping itu, Akademisi FH USK, Khairil Akbar meingatkan bahwa pemuda harus mengambil peran dalam mengawasi pemilu, menjadi bagian dalam gerakan pengawasan partisipatif. 

“Pemuda itu cenderung lebih bersih, idealis da netral. Manfaatkan idelisme itu untuk menegakkan hukum, menjadikan pemilu kita menjadi jujur, adil, langsung, umum, bebas, dan rahasia,” tukasnya.  (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved