Jumat, 8 Mei 2026

Internasional

Hizbullah Dituduh Cengkeram Pemerintahan Lebanon

Kelompok politik Hizbullah dinilai telah berhasil mencengkeram pemerintahan Lebanon. Hal itu disampaikan oleh Ketua Partai Kataeb Lebanon, Samy Gemay

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Pemimpin Hizbullah Sheikh Hassan Nasrallah 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Kelompok politik Hizbullah dinilai telah berhasil mencengkeram pemerintahan Lebanon.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Partai Kataeb Lebanon, Samy Gemayel pada Minggu (31/10/2021).

Dia percaya komentar Menteri Penerangan Lebanon George Kordahi sebagai bukti kekuatan politik telah menyerah” kepada Hizbullah.

Sehingga, katanya, akan memungkinkan mengambil alih kursi kepresidenan, pemerintah dan parlemen.

Krisis diplomatik antara Lebanon dan negara-negara Teluk Arab bertepatan dengan upaya ekspor Lebanon ke Teluk.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan telah melarang semua impor dari Lebanon.

Baca juga: Anggota Parlemen Lebanon Bantah Larikan Jutaan Dolar ke Luar Negeri, Usai Dapat Sanksi AS

Menurut statistik dari Asosiasi Pertanian Lebanon, Arab Saudi dan Teluk mengimpor 173.300 ton atau 55,4 persen dari total sayuran dan buah-buahan.

Lebanon akan kehilangan $92 juta per tahun di bawah larangan ini, yang setara dengan $250.000 per hari.

Badan-badan ekonomi Lebanon telah mengkritik kemalangan yang tiba-tiba menimpa Lebanon.

Karena, orang-orang Lebanon telah menderita dalam berbagai aspek kehidupan.

Saat ini, sedang menunggu inisiatif dari pemerintah untuk menarik Lebanon keluar dari selokan.

Seharusnya, tidak merusak hubungan Lebanon dengan negara-negara Teluk yang telah membentuk pengungkit ekonomi strategis selama bertahun-tahun.(*)

Baca juga: Arab Saudi Salurkan Bantuan Air Bersih ke Yaman, Medis ke Jordania dan Roti ke Lebanon

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved