Lakukan Segera Pengukuran Pita LILA, Langkah Deteksi Dini Gizi Buruk Bagi Anak

Orang tua yang memiliki bayi dan balita berumur 6 sampai 59 bulan, penting segera melakukan pengukuran Pita Lingkar Lengan Atas

Editor: bakri
SERAMBI FM/ILHAM
Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh, Pengurus PKK Provinsi, Dr Wirda Hayati SKep Ns MKep, Nutritionis Puskesmas Kuta Alam, Banda Aceh, Nusba SKM, dan Nutrition Officer UNICEF, dr Natassya Phebe, menjadi narasumber Talkshow bersama Flower Aceh dan UNICEF Indonesia, dengan tema “Keluarga Juga Bisa Mengukur LILA”, di Radio Serambi FM 90.2, Sabtu (30/10/2021). Talkshow dipandu host Masyudi. 

BANDA ACEH - Orang tua yang memiliki bayi dan balita berumur 6 sampai 59 bulan, penting segera melakukan pengukuran Pita Lingkar Lengan Atas (LILA) pada anaknya sebagai langkah dan upaya dini mendeteksi anak-anaknya apa mengalami masalah gizi. Pita LILA yang terbagi dalam tiga warna, yakni hijau, kuning, dan merah itu, bisa diperoleh dengan mudah di Posyandu, bidan desa serta Puskesmas tempat orang tua bayi dan balita berdomisili.

Demikian disampaikan tiga narasumber yang hadir dalam talkshow interaktif bersama Flower Aceh  bertema 'Keluarga Juga bisa mengukur LILA'. Talkshow yang dipandu   host Masyudi itu disiarkan di Radio Serambi FM, Sabtu (30/10/2021).

Tiga narasumber itu, masing-masing Nutrition Officer Unicef,  dr Natassya Phebe. Lalu Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh sekaligus Pengurus PKK Provinsi, dr Wirda Hayati SKep Ns MKep serta Nutritionis Puskesmas Kuta Alam, Nusba SKM.

Pengukuran Pita LILA itu penting dilakukan bagi setiap bayi dan balita. Karena Pita LILA itu bisa menjadi indikator penting dan mencerminkan status gizi pada setiap anak. "Karena itu setiap orang tua penting melakukan pengukuran Pita LILA bagi setiap anak-anaknya. Ini bagian langkah deteksi. Karena bila ada ditemukan persoalan gizi pada anaknya, bisa cepat diatasi," terang dr Natassya.

Sementara itu dr Wirda Hayati menyebutkan pengukuran Pita LILA pada anak itu bisa dilakukan sebulan dua kali dan Pita LILA itu bisa didapatkan gratis di Posyandu, bidan desa serta Puskesmas. Menurutnya, Pita LILA yang terdiri tiga warna itu, yakni kalau posisi hijau masih aman, kalau pengukuran berada di warna kuning sudah harus diwaspadai. Lalu, jika dalam pengukuran Pita LILA itu terlihat warna merah ibu harus berkonsultasi segera, mencari kader Posyandu, bidan desa untuk diambil langkah penanganan segera. "Kalau tidak ada bidan, segera dibawa ke Puskesmas. Di dalam pengukuran Pita LILA ini, para kader posyandu, bidan desa atau petugas di Puskesma akan mengajarkan setiap orang tua cara pemasangan Pita LILA. Intinya penting bagi setiap orang tua melakukan pengukuran Pita LILA bagi bayi dan balitanya sebagai langkah pendeteksian dini terhadap kemungkinan munculnya persoalan gizi," terangnya.

Lalu Nutritionis Puskesmas Kuta Alam, Nusba SKM menyebutkan sejauh ini belum ada kasus gizi buruk yang ditemukan di Kuta Alam khususnya. Tapi, harus diakui tingkat partisipasi masyarakat masih sangat rendah. "Anak yang alami gizi buruk yang tidak ada komplikasi lain memang terlihat normal, sama dengan anak lainnya. Tapi, anak gizi buruk itu terlihat kurus, lebih kecil dan memiliki gejala fisik yang dapat diamati. Karena itu pemasangan Pita LILA sebulan dua kali pada anak-anak merupakan langkah penting, upaya deteksi dini, apa anak-anak kita mengalami persoalan gizi. Kalau memang tidak ada persoalan gizi atau sebaliknya, dari pengukuran Pita LILA ini bisa kita lihat dari warnanya," tutup Nusba.(mir)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved