Breaking News:

Realisasi Dana Desa Tinggi, DAK Fisik Rendah

Realisasi dana alokasi khusus (DAK) fisik di Aceh hingga saat ini masih rendah dibandingkan dengan anggaran lainnya

Editor: bakri
For Serambinews.com
Kakanwil DJPb Aceh, Syafriadi        

BANDA ACEH - Realisasi dana alokasi khusus (DAK) fisik di Aceh hingga saat ini masih rendah dibandingkan dengan anggaran lainnya. Sementara  dana desa menjadi yang paling bagus realisasi anggarannya di Aceh.

Hal itu disampaikan oleh Kakanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Aceh, Syafriadi dalam konferensi pers kinerja ekonomi triwulan III, Jumat (29/10/2021).

“Sampai saat ini, saya sudah cek data terakhir, yang jadi tantangan kita saat ini adalah realisasi DAK Fisik, ini merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat infrastruktur yang ada di Aceh. Kita melihat ada beberapa  titik yang kemungkinan besar tidak selesai,” ujarnya.

Namun, katanya, DJPb terus mendorong supaya sejumlah satker yang memiliki DAK Fisik, supaya terus merealisasikannya semaksimal mungkin.

Ia mengungkapkan, saat ini ada beberapa proyek di Aceh yang sudah selesai pelaksanaannya, namun pembayarannya masih terhambat. Sehingga realisasinya masih dinilai belum cukup membaik.

“Proyeknya sudah selesai, tapi  pengajuan ke kas negara ini yang perlu kita dorong. Sayang kan pengerjaan sudah selesai, sudah bisa dibayar, tapi belum diajukan. Jadi lebih ke administrasinya,” ujarnya.

Sementara realisasi yang cukup bagus saat ini adalah dana desa dan dana alokasi umum (DAU). Dana desa saat ini serapannya sudah 83 persen, masih tersisa waktu dua bulan lagi untuk terus memacu kinerjanya.

Syafriadi mendorong pemerintah daerah dan aparatur gampong supaya terus mempercepat realisasi dana desa. Karena, katanya, semakin cepat realisasi, semakin cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu, semakin banyak uang yang beredar di masyarakat, maka akan semakin cepat membangkitkan ekonomi.

Kakanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Aceh, Syafriadi juga menjelaskan, kerja APBN dalam rangka pemulihan ekonomi salah satunya melalui program PEN. Program PEN di Aceh per 22 Oktober 2021 telah mencapai Rp 5.254,33 miliar yang terdiri dari cluster perlindungan sosial, cluster kesehatan, cluster program prioritas (padat karya), dan cluster Dukungan UMKM dan koperasi. Pada kluster Perlindungan Sosial, realisasi Program Keluarga Harapan (PKH) telah mencapai Rp 546,27 Miliar dengan penerima manfaat sebanyak 254.541 KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

Untuk meningkatkan ketahanan pangan bagi keluarga keluarga miskin yang rentan pemerintah membagikan Kartu Sembako bagi keluarga yang terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Bantuan Kartu Sembako yang telah terealisasi per 22 Oktober 2021 adalah sebesar Rp 632,87 miliar dengan penerima manfaat sebanyak 411.263 KPM.

Selain itu per 22 Oktober 2021 Bansos Tunai yang telah tersalurkan sebesar Rp 329,27 miliar dengan penerima manfaat sebanyak 204.867 KPM. Per tanggal 22 Oktober 2021 realisasi Kartu Pra Kerja sebesar Rp 454,78 miliar dan telah jumlah Peserta 128.106 orang. Pemerintah juga memberikan diskon listrik dalam rangka perlindungan sosial dengan sasaran pelanggan masyarakat sudah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan konsumsi daya 450VA dan 900VA. Realisasi diskon listrik per tanggal 22 Oktober 2021 adalah sebesar Rp 131,39 miliar dengan penerima 901.580 pelanggan.(mun)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved