Breaking News:

Polemik Harga Tes PCR

Sebut Tes PCR Upaya Pemerintah Tangani Covid-19, Ombudsman Nilai Seharusnya Bisa Gratis

Anggota Ombudsman RI, Robert Endi Jaweng menilai, seharusnya tes laboratorium polymerase chain reaction (PCR) Covid-19 di Indonesia bisa gratis...

Editor: Eddy Fitriadi
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
ILUSTRASI Penumpang pesawat menjalani tes COVID-19 berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) setibanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (1/7/2021). Anggota Ombudsman RI, Robert Endi Jaweng menilai, seharusnya tes laboratorium polymerase chain reaction (PCR) Covid-19 di Indonesia bisa gratis.  

SERAMBINEWS.COM - Anggota Ombudsman RI, Robert Endi Jaweng menilai, seharusnya tes laboratorium polymerase chain reaction (PCR) Covid-19 di Indonesia bisa gratis. 

Karena menurutnya, pemeriksaan PCR adalah bagian dari upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19.

"Bahasa gratis itu bukan bahasa yang tepat dalam konteks barang publik tapi ya untuk mempermudah pemahaman karena satu sisi ada vaksin program, PCR program," kata Robert dalam diskusi daring, Sabtu (30/10/2021). 

"Di sisi lain bolehlah menyebutnya vaksin gratis atau ditanggung negara," ujar dia. 

Tapi Robert memahami bahwa karena mungkin pemerintah tengah mengalami keterbatasan keuangan maka dari itu diterapkan berbayar. 

Meski negara dalam kondisi demikian, ia menegaskan harus ada titik temu terkait masalah harga yang diterapkan dan tidak lupa untuk mengajak DPR berdiskusi. 

"Setiap masalah yang membebani atau setiap kebijakan yang membebani masyarakat lebih dari kemampuan mereka dalam kapasitas membayar artinya ability to pay-nya mestinya harus konsultasi ke DPR," ucapnya. 

"Karena ini sudah membebani. Saya enggak tau apa ada konsultasi itu atau tidak," ucap Robert. 

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi mengumumkan tarif terbaru harga tes Covid-19 PCR, Rabu (28/10/2021). 

Penetapan tarif ini dilakukan setelah adanya evaluasi terhadap komponen-komponen tes PCR, seperti layanan, harga reagen, dan biaya administrasi overhead. 

Dengan adanya harga baru ini, Kemenkes berharap agar pihak terkait menerapkan ketentuan harga tertinggi yang ditetapkan. Tarif terbaru itu ditujukan bagi masyarakat yang melakukan tes PCR atas permintaan sendiri atau mandiri. 

Namun, batas tarif tertinggi itu tidak berlaku untuk kegiatan penelusuran kontak (contact tracing) atau rujukan kasus Covid-19 ke rumah sakit yang penyelenggaraannya mendapat bantuan dari pemerintah

Maka dari itu, pemerintah berharap agar dinas kesehatan provinsi dan kabupaten atau kota melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan tarif baru ini. (Sania Mashabi/*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Ombudsman sebut tes PCR seharusnya bisa gratis, ini alasannya"

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved