Breaking News:

Advetorial

Aminullah Paparkan Pengalaman Sukses Berantas Rentenir

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, kembali diundang menjadi narasumber seminar nasional yang diselenggarakan Universitas Al-Muslim Bireuen

Editor: hasyim
FOR SERAMBINEWS.COM
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman 

* Narasumber Seminar Nasional di Universitas Al-Muslem

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, kembali diundang menjadi narasumber seminar nasional yang diselenggarakan Universitas Al-Muslim Bireuen, melalui zoom meeting, Sabtu (30/10/2021).

Dalam seminar yang bertema “Kolaborasi Pergu ru an Tinggi dengan Pemerintah Daerah Dalam Kampus Merdeka Untuk Pembangunan Pen didikan, Ekonomi, Per tanian dan Perkebunan Berkelanjutan” ini Ami nullah berbagi cerita suk sesnya dalam membe rantas rentenir di Kota Banda Aceh.

Berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Survei Independen Ya yasan Rumah Harta Umat bekerjasama dengan ASA Solution, menjelaskan praktik rentenir di Kota Banda Aceh terus menurun beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2018 persentase praktik rentenir di Kota Banda Aceh sebanyak 80 persen, kemudian pada tahun 2019 turun menjadi 14 persen. Sedangkan pada tahun 2020, praktir ren tenir yang tersisa hanya sebanyak 2 persen.

Penurunan praktik ren tenir ini kata Aminullah tidak terlepas dari berdirinya Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mahirah Mualamah sejak 15 Desember 2017 silam. “Dalam rangka memutuskan mata rantai dengan rentenir kami sudah mendirikan LKS Mahirah,” ujarnya.

Selain memberantas ren tenir, hadirnya LKMS Mahirah Muamalah bertujuan untuk memajukan kesejahteraan ummat, khususnya pelaku usaha mikro dan menengah. Dikatakan, ada banyak keunggulan yang ditawarkan oleh LKMS Mahirah Muamalah terhadap pelaku UMKM, seperti; kemudahan administrasi, proses cepat dengan margin rendah, tidak ada biaya administrasi dan provisi di awal serta termasuk tidak ada denda keterlambatan, layanan antar jemput pembiayaan serta pembiayaan tanpa agunan.

Aminullah menyebutkan, hadirnya LKMS Mahirah Muamalah mendorong bangkitnya UMKM di Banda Aceh. Hal ini terbukti dari pertumbuhan UMKM di Banda Aceh dari tahun 2017-2021 meningkat tajam. Pada tahun 2017 jumlah UMKM di Kota Banda Aceh sebanyak 8.255. Jumlah tersebut terus naik hingga pada tahun 2021 total UMKM di Kota Banda Aceh mencapai 16.950. “Sejak tahun 2017 sampai sekarang, kenaikan di sektor UMKM sebanyak 100 persen lebih,” ungkapnya.

Menurut Aminullah, prak tek rentenir justru menghambat pertumbuhan dan perkembangan eko nomi. “Karena memang ke untungan yang diambil oleh rentenir ini minimal 30 persen. Jadi tidak ada keuntungan yang bisa disisihkan untuk mengembangkan usaha oleh pelaku ekonomi, semua keuntungan telah dimakan oleh rentenir,” lanjutnya.

Ia mengajak peserta se minar untuk mengetahui terkait bahaya dari praktik rentenir ini. Ia juga menilai pentingnya regulasi pemerintah dalam pelarangan praktek rentenir seperti Qanun LKS.

Pemerintah Kota Banda Aceh sendiri saat ini sedang menggodok qanun tentang larangan praktek rentenir di Banda Aceh, dimana masyarakat yang melakukan praktek rentenir akan dikenakan hu kum seperti pelanggar syariat lain yaitu cambuk. “Tapi ini sedang dalam pembahasan,” ungkapnya.( hba/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved