Breaking News:

Berita Banda Aceh

Kualitas Pendidikan Aceh Rendah, Wakil Ketua DPRA Tawarkan Solusi Ini

“Yang lulus seleksi masuk perguruan tinggi kemarin itu banyak dari sekolah boarding school, maka kalau bisa kabupaten/kota di Aceh itu diperbanyak...

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Wakil Ketua DPRA, Safaruddin. 

“Yang lulus seleksi masuk perguruan tinggi kemarin itu banyak dari sekolah boarding school, maka kalau bisa kabupaten/kota di Aceh itu diperbanyak sekolah-sekolah boarding school. Itu salah satu menurut saya prestasi yang harus kita teruskan,” kata Safaruddin, Senin (1/11/2021).

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Safaruddin SSos MSP menilai sistem sekolah dengan asrama (boarding school) menjadi salah satu solusi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.

Penilaian itu didasari pada hasil lulusan seleksi masuk perguruan tinggi setahun terakhir, dimana peserta yang paling banyak lulus adalah siswa boarding school.

“Yang lulus seleksi masuk perguruan tinggi kemarin itu banyak dari sekolah boarding school, maka kalau bisa kabupaten/kota di Aceh itu diperbanyak sekolah-sekolah boarding school. Itu salah satu menurut saya prestasi yang harus kita teruskan,” kata Safaruddin, Senin (1/11/2021).

Politisi Partai Gerindra itu menyatakan, legislatif akan terus mendorong agar kualitas pendidikan Aceh bisa tumbuh lebih baik.

Untuk mengejar kualitas pendidikan, maka sangat diperlukan peningkatan kualitas terhadap tenaga pendidik di seluruh Aceh, baik tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat.

“Kita mengejar kualitas pendidikan itu bukan di infrastruktur dulu. Saya pikir infrastruktur saat ini sudah baik, kecuali sekolah-sekolah di daerah terpencil yang masih perlu mendapat perhatian,” katanya.

Baca juga: Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Lhokseumawe Gelar Raker dengan Puluhan Dai

“Bukan juga kepada anak didiknya, tetapi saya lihat pada kualitas tenaga pendidiknya. Tenaga pendidik kita paling tidak harus ditempa dengan baik kalau ingin kualitas generasi kita lebih baik,” katanya lagi.

Disisi lain, Safaruddin juga mengaku prihatin dengan kondisi kesejahteraan masyarakat Aceh saat ini.

Menurutnya kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan masih menjadi masalah besar.

"Kalau kita bicara tentang pendidikan tentu sangat berhubungan dengan angka kemiskinan di Aceh yang masih menjadi nomor satu termiskin di Pulau Sumatera," lanjut dia.

“Baik pendidikan, maka ekonomi juga semakin baik. Kalau kualitas pendidikan kita semakin baik maka bisa mempengaruhi atau bisa kita tekani angka kemiskinan,” demikian Safaruddin.(*)

Baca juga: Bupati & Wali Kota Jadi Pemateri Seminar di Umuslim Bireuen, Bahas Pendidikan, Ekonomi dan Pertanian

 


  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved