Jumat, 22 Mei 2026

Berita Banda Aceh

ARC-USK Beli 100 Kg Minyak Nilam Aceh Selatan Seharga Rp 610.000/Kg 

“Saya berterima kasih, karena ARC membeli minyak nilam masyarakat dengan harga yang baik dan wajar.

Tayang:
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nur Nihayati
ISTIMEWA
Ketua Koperasi Inovac, Khairan Yusuf menerima 100 kilogram (Km) minyak nilam dari Ketua KINAS Aceh Selatan, Muksin di Kantor ARC-USK Banda Aceh, Selasa (2/11/2021). 

“Saya berterima kasih, karena ARC membeli minyak nilam masyarakat dengan harga yang baik dan wajar.

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Atsiri Research Center (ARC)-Pusat Unggulan Iptek (PUI) PT Nilam Aceh Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Koperasi Inovasi Nilam Aceh (Inovac) kembali membeli 100 kilogram (Km) minyak nilam dari Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan seharga Rp 610.000/kg, Selasa (2/11/2021).

Nantinya, minyak nilam ini akan diproses lebih lanjut menjadi fiksatif parfum. Minyak nilam ini diantar langsung oleh Ketua KINAS Aceh Selatan, Muksin ke ARC-USK di Banda Aceh.

Muksin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ARC yang telah membantu pembelian minyak nilam anggota KINAS sehingga masyarakat bisa memperoleh pendapatan yang baik dari bertani dan menyuling nilam. 

Menurut Muksin, ARC kembali memperlihatkan komitmen dan pemihakannya kepada petani sehingga petani nilam Aceh khususnya di Aceh Selatan tetap bersemangat menanam nilam

“Saya berterima kasih, karena ARC membeli minyak nilam masyarakat dengan harga yang baik dan wajar.

Bahkan lebih baik dari harga beli di Medan. Ini sangat penting untuk menjaga semangat petani nilam di Aceh,” ujar Muksin. 

Baca juga: Fakta Janda Anak 5 Nekat SMS Teror Bom di Kuningan, Motif Kesal Orang Tua Minta Uang

Menurut Muksin, pihaknya akan tetap berkomitmen menjaga kualitas dan  meningkatkan produksi nilam Aceh Selatan agar bisa berkontribusi untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

“Harapan kami kepada ARC, teruslah berbuat dan berpihak kepada masyarakat kecil, jangan lelah membantu petani nilam Aceh," pungkas Muksin yang juga merupakan Ketua Forum Nilam Aceh ini. 

Sementara Sekretaris ARC, Elly Sufriadi mengharapkan agar masyarakat semakin giat menanam nilam dengan menerapkan good agriculture practices sehingga kualitas dan kuantitas nilam Aceh dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. 

“ARC melalui Inovac membeli minyak nilam masyarakat dan memproses lebih lanjut menjadi hi-grade patchouli dengan vacuum distillation untuk proses purifikasi dan peningkatan kadar Patchouli Alkohol (PA) dari minyak nilam sampai PA>60%,” jelas Elly yang juga kandidat Doktor Bidang Kimia ini.

ARC, lanjutnya, banyak mengembangkan riset produk turunan nilam yang menggunakan hi-grade patchouli, sehingga akan tetap memerlukan banyak minyak nilam dari masyarakat. 

"Yang terbaru adalah serum prototype antiaging dengan komponen aktif minyak nilam yang rencananya akan di launching akhir bulan ini.

Program ini merupakan Riset Prioritas Nasional (PRN) yang didanai oleh pemerintah,” tutup Elly.

Sebagaimana diketahui minyak nilam Aceh sangat diminati oleh market internasional karena aromanya yang khas, kandungan PA-nya yang tinggi dan bilangan asamnya yang rendah.  

Karakteristik unik ini menyebabkan nilam Aceh memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada 2012 dari Depkumham RI.

Di pasaran internasional harga minyak nilam relatif stabil pada angka USD 54-60 per kilogram sehingga sangat potensial untuk menjadi pendapatan petani, penyuling, pengumpul dan eksportir secara berkelanjutan. 

Dengan setiap stake holders mendapatkan margin keuntungan yang wajar, maka ekosistem tata niaga nilam akan semakin baik, stabil dan berkelanjutan. 

Baca juga: Densus 88 Tangkap Kepala Sekolah di Lampung, Diduga Anggota Jamaah Islamiah, Ini Perannya

Ketua Koperasi Inovac, Khairan Yusuf yang membeli langsung minyak nilam dari petani menyampaikan apresiasinya agar petani penyuling menjaga kualitas nilam yang diproduksi. 

“Jangan campur minyak nilam dengan minyak apapun, termasuk minyak krueng, karena pasti akan terlacak dengan menggunakan instrument Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GCMS),” ujar Khairan.

Inovac akan terus mengkomersialisasikan hasil riset ARC terhadap produk intermediate dan produk akhir dari minyak nilam agar bisa diedarkan untuk digunakan oleh masyarakat. 

Beberapa produk turunan hasil riset ARC sudah ada yang dapat izin edar dari Kementerian Kesehatan RI, dan sebagian lagi dalam proses pengurusan ke BPOM.

"Kami sudah beraudiensi dengan BPOM Aceh dan dalam proses pembinaan agar semua persyaratannya dapat dipenuhi,” tutup Doktor Farmasi lulusan Jerman ini.(*)

Baca juga: Tempuh Jarak 1,5 Jam, Personel Polsek di Aceh Timur Masuk Desa Pedalaman Gelar Vaksinasi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved