Korban Banjir Tangse Keluhkan Air Bersih

Hingga empat hari terakhir, korban banjir di Gampong Layan dan Peunalom Satu, Kecamatan Tangse, Pidie mengalami krisis air bersih

Editor: bakri
Dok Pendim Pidie
Personel TNI bersama warga Gampong Peunalom I membersihkan lumpur akibat banjir luapan Krueng Peunalom,  Kecamatan Tangse, Pidie, Minggu (31/10/2021) 

SIGLI - Hingga empat hari terakhir, korban banjir di Gampong Layan dan Peunalom Satu, Kecamatan Tangse, Pidie mengalami krisis air bersih. Kondisi tersebut menyusul sumur galian warga yang terkena lumpur banjir. Kayu gelondongan sebagian masih berserakan di ruas jalan maupun di rumah warga.

Keuchik Layan, Tarmizi kepada Serambi, Selasa (2/11/2021) mengatakan, saat ini krisis air bersih masih dirasakan masyarakat Gampong Layan karena fasilitas rusak akibat banjir. Sehingga warga harus membeli air untuk keperluan konsumsi. Sementara untuk mencuci baju warga mengambil air dari sumur galian warga yang tidak terkena dampak banjir.

" Dinas Perkim Pidie sudah mendata guna dilakukan perbaikan. Mereka telah menghitung terhadap apa saja yang harus diperbaiki. Petugas akan menggantikan pipa," jelasnya.

Ia menyebutkan, saat ini kayu gelondongan maupun lumpur banjir di sebagian rumah maupun ruas jalan. Proses pembersihan masih dilakukan petugas sehingga belum selesai semuanya. Untuk bantuan sudah disalurkan Dinas Sosial Pidie maupun masyarakat yang telah membantu korban banjir.

" Jumlah penduduk Gampong Layan 700 jiwa dan rumah yang berdampak banjir berjumlah puluhan. Petugas telah mendata rumah rusak berat dan rusak ringan," jelasnya.

Keuchik Peunalom Satu, Irwansyah mengungkapkan, rumah yang terkena dampak banjir sekitar 120 unit. Jumlah penduduk Peunalom Satu sekitar 1.045 jiwa. Saat ini aktivitas masyarakat belum begitu normal karena warga masih membersihkan rumah mereka.

" Saat terjadi banjir warga harus berlarian menyalamatkan diri ke tempat aman. Alhamdulillah, tidak adanya masyarakat yang luka-luka akibat dampak banjir," jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini yang diperlukan masyarakat adalah air bersih. Sebab, sumur galian yang selama ini diambil air bersih warga telah berdampak banjir sehingga tidak bidak digunakan. Warga mengambil air bersih dari sumur yang tidak terkena dampak banjir.

" Warga masih membersihkan sisa-sisa lumpur banjir yang masih melekat di rumah mereka. Sebab, sebagian rumah warga masih tertimbun lumpur," ujarnya.(naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved