Breaking News

Sekolah Indah Lewat Melukis Dinding, Jadi Sarana Edukasi Sejarah untuk Murid

Aksi kreatif dilakukan Agus Salem SAnt, seorang guru Seni Budaya di SD Negeri 6 Banda Sakti, Lhokseumawe

Editor: bakri
For Serambinews.com
Para murid melihat lukisan dinding di SD Negeri 6 Banda Sakti Lhokseumawe. 

Aksi kreatif dilakukan Agus Salem SAnt, seorang guru Seni Budaya di SD Negeri 6 Banda Sakti, Lhokseumawe. Dirinya melukis tembok di lingkungan sekolah dengan gambar menarik, dan dipenuhi nilai edukasi sejarah Aceh.

Sehingga, secara tidak langsung menjadi sarana tambahan agar para murid mendapatkan edukasi tentang benda-benda sejarah di Aceh. Di samping itu juga adanya lukisan tumbuhan yang bisa jadi obat-obatan tradisional.

Agus Salem kepada Serambi, Rabu (3/11/2021), menjelaskan, awalnya di lingkungan sekolahnya ada sebuah tembok yang kosong. Sehingga dia berniat memanfaatkan dinding kosong tersebut menjadi wadah tempat pembelajaran, yakni dalam bentuk lukisan. "Ide ini pun disambut baik pimpinan saya," katanya.

Sekitar sebulan lalu, dia dibantu mahasiswa PKL Jurusan Antropologi Lamong Budaya Universitas Malikussaleh, mulai melukis dinding  dengan lukisan bertema alam, benda-benda yang punya nilai sejarah, dan tumbuhan.

Di lukisan untuk gambar alam, ada gunung, pohon  air terjun dan lainnya. Lalu dilengkapi dengan lukisan benda-benda yang punya nilai sejarah bagi masyarakat Aceh, seperti rumah adat Aceh, kroeng pade (tempat prnyimpanan padi zaman dulu), jeungki (alat untuk menumbuk padi), dan lainnya.

Ditambah dengan adanya lukisan apotik hidup seperti tanaman pitadin, samiroto, serai, kunyit, jahe merah, kunyit putih, sirih merah, sirih lasih, sirih kuning, dan pohon inai. "Lukisan ini kami kerjakan sekitar tiga pekan," ujarnya.

Jadi, dengan adanya lukisan tersebut, lanjut Agus,  para murid bisa belajar literasi di luar dan menikmati pemandangan alam dan tradisi. "Anak-anak masa kini tidak mengerti apa itu rumah adat Aceh, kroeng pade,  jeungki, dan lainnya. Jadi, dengan adanya gambar tersebut, anak-anak bisa belajar dan kembali mengingat tentang pedesaan dan alam sekitar," ujarnya.

Sedangkan guna lukisan apotik hidup, agar para murid dapat mengetahui, tumbuhan-tumbuhan yang bermanfaat di lingkungan masyarakat, baik sebagai obat-obatan tradisional maupun rempah-rempah.(bah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved