Rabu, 15 April 2026

Kayu Masih Berserak di Rumah Warga, Terbawa Banjir Pekan Lalu

Kayu sisa banjir belum dibersihkan di pekarangan rumah warga di Gampong Layan, Peunalom Satu, dan Peunalom Dua, Kecamatan Tangse Pidie

Editor: bakri
DOK BPBD PIDIE
Warga membersihkan kayu yang dibawar banjir di Gampong Peunalom Satu, Kecamatan Tangse, Pidie, Minggu (31/10/2021). 

SIGLI - Kayu sisa banjir belum dibersihkan di pekarangan rumah warga di Gampong Layan, Peunalom Satu, dan Peunalom Dua, Kecamatan Tangse Pidie. Banjir luapan Krueng Peunalom itu terjadi pada 29 Oktober 2021.

Sejumlah warga mengeluhkan masih adanya kayu sisa banjir berserakan di halaman rumah mereka. Tumpukan kayu itu tentu sangat menggangu warga. Untuk itu, warga berharap adanya perhatian pemerintah untuk membersihkannya.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Dewan Anshari kepada Serambi, Kamis (4/11/2021) mengatakan, kayu gelondongan sisa banjir masih ada di pekarangan rumah warga. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Muspika Tangse, terkait lokasi sebagai tempat untuk dibuangnya kayu sisa banjir tersebut.

" Sebenarnya yang menjadi kendala adalah lokasinya saja. Maka kita akan lakukan koordinasi dengan muspika sehingga tumpukan kayu bisa cepat dipindahkan. Kalau tumpukan kayu di dalam rumah warga sudah  dibersihkan," jelasnya.

Di sisi lain, kata Kalak BPBD Pidie, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Pidie sudah mendata rumah rusak di Kecamatan Tangse akibat dampak banjir. Rumah rusak tersebut tersebar di Gampong Layan, Peunalom Satu, dan Peunalom Dua.

" Hasil pendataan dilakukan Dinas Perkim Pidie, tercatat 12 rumah rusak berat dan 25 rusak ringan. Data rumah rusak tersebut sudah dikirimkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," jelasnya.

Dikatakan, saat ini pendataan sarana rusak telah dilakukan masing-masing dinas baik rumah, puskesmas pembantu (pustu), jalan putus, ruang belajar dan mobiler sekolah. Sehingga total kerugian akibat dampak banjir bandang di Tangse itu mencapai Rp 20 miliar. “Mudah-mudahan dananya cepat turun untuk dapat memperbaiki sarana umum yang rusak itu,” sebutnya.

Ia menjelaskan, jalan kabupaten yang amblas sepanjang tiga kilometer yang melintasi Gampong Layan dan Peunalom Satu dan Peunalom Dua hampir rampung diperbaiki secara darurat menggunakan empat alat berat. Sehingga, kendaraan roda empat sudah bisa melintas di jalan tersebut. "Saat ini, tersisa beberapa meter lagi yang sedang diperbaiki," jelasnya.

Di sisi lain, Kalak BPBD Pidie, Dewan Anshari mengungkapkan, petugas BNPB akan turun ke lokasi banjir Tangse, Jumat (5/11/2021), untuk meninjau dampak banjir. Mereka ingin melihat langsung rumah warga yang rusak dan sejumlah sarana hancur diterjang banjir.

" Petugas BNPB nantinya akan kita bawa ke lokasi untuk melihat langsung kerusakan di sana. Kita telah menyiapkan rute-rute yang akan mereka tinjau nantinya," ujarnya.

Kecuali itu, jelas Dewan Anshari, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Jumat (5/11/2021), akan menyalurkan bantuan sembako untuk korban banjir Tangse. Selain itu, Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin bersama rombongan juga akan datang ke lokasi.(naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved