Berita Aceh Timur
Pengunjung PPN Idi, Keluhkan Sulit Akses MCK
“Masa sekelas PPN Idi yang merupakan pelabuhan kelas II dibawah pelabuhan perikanan samudera, tidak ada fasilitas MCK-nya, ini kan fasilitas publik,”
Penulis: Seni Hendri | Editor: Nurul Hayati
“Masa sekelas PPN Idi yang merupakan pelabuhan kelas II dibawah pelabuhan perikanan samudera, tidak ada fasilitas MCK-nya, ini kan fasilitas publik,” ungkap Safaruddin SH, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) didampingi Ketua YARA Aceh Timur, Tgk Indra Kusmeran SH, kepada Serambinews.com, Jumat (5/11/2021).
Laporan Seni Hendri Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI – Sejumlah pengunjung Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Kabupaten Aceh Timur, mengeluh kesulitan mengakses fasilitas umum berupa toilet atau MCK (fasilitas mandi, cuci, kakus).
“Masa sekelas PPN Idi yang merupakan pelabuhan kelas II dibawah pelabuhan perikanan samudera, tidak ada fasilitas MCK-nya, ini kan fasilitas publik,” ungkap Safaruddin SH, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) didampingi Ketua YARA Aceh Timur, Tgk Indra Kusmeran SH, kepada Serambinews.com, Jumat (5/11/2021).
Safaruddin, mengatakan, tidak mungkin ketika, pengunjung perlu ke kamar mandi harus ke masjid yang tak jauh dari lokasi PPN Idi.
Kuala atau PPN ini, merupakan fasilitas publik yang setiap hari ramai nelayan dan pedagang beraktivitas.
Begitu juga pengunjung, banyak datang dari berbagai daerah untuk melihat suasana PPN Idi dan menikmati kuliner ikan panggangnya.
“MCK itu penting. Jadi, pelabuhan sekelas PPN Idi ini harus dilengkapi toilet/MCK, fasilitas ibadah musala dan tempat wudhuknya. Sebelum dibangun, seharusnya fasilitas publik itu adalah syarat pendukungnya,” ungkap Safaruddin.
Baca juga: PPN Idi Pindahkan Bangkai Kapal di Muara Sungai Kuala Idi
Sejumlah pedagang kuliner ikan bakar di Kuala Idi juga tidak menyediakan fasilitas MCK di warkopnya, karena tempatnya sempit.
“Kalau mau ke kamar mandi, ya pengunjung harus ke masjid,” kata salah satu pedagang kuliner.
Sementara itu, Kepala PPN Idi, Ermansyah, mengatakan bahwa MCK di PPN Idi sudah dibangun sejak 2016 silam.
Memang, lanjut Erman, posisi MCK tersebut agak tersembunyi di belakang kantor PPN Idi dan disamping gudang genset.
Selain itu, juga tertutup oleh banyaknya parkir kendaraan roda dua di daerah itu.
“Kalau dari tempat warung kuliner nggak keliatan, dulu ada rambu penunjuk arah tapi sudah hilang. Ke depan kami akan mengusahakan dibuat kembali rambu penunjuk arah, agar pengunjung tahu lokasi MCK-nya,” ungkap Ermansyah. (*)
Baca juga: Efektif untuk Pengerukan Muara Dangkal, DPRA Apresiasi Pengadaan Ponton di PPN Idi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/safaruddin-sh-ketua-yara-aceh-didampingi-ketua-yara-aceh-timur-saat-berkunjung-ke-ppn-idi.jpg)