Sabtu, 9 Mei 2026

Banjir

Banjir di Seumantok Aceh Barat Surut, Warga Minta Pintu Irigasi Lhok Guci Dibuka

Luapan tersebut kerap terjadi sejak dilakukan penutupan pintu irigasi, sehingga menyebabkan air membengkak, sehingga saat musim hujan meluap dengan mu

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Ansari Hasyim
Foto kiriman Murhamdi.
Kondisi banjir yang menggenangi badan jalan di kawasan Desa Seumantok, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (17/5/2020). 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Banjir yang merendam puluhan rumah di Desa Seumantok, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, akibat luapan Krueng Meureubo, Sabtu (6/11/2021) dilaporkan telah surut.

Banjir melanda Seumantok pada Jumat (5/11/2021) sekitar pukul 20.22 WIB.

Kondisi tersebut disebabkan karena penutupan pintu bendungan irigasi Lhok Guci dinilai menjadi penyebab bencana banjir yang kerap dirasakan selama ini.

“Banjir semalam sempat merendam sedikitnya 30 unit rumah dengan ketinggian sekitar 20 cm, namun saat tengah malam air mulai surut kembali,” kata Keuchik Seumantok, Kecamatan Pante Ceureumen kepada Serambinews.com, Sabtu (6/11/2021).

Baca juga: Bank Indonesia: Rp 12,66 Triliun Aliran Modal Asing Keluar dari Pasar Keuangan Domestik

Namun dilaporkan tidak ada warga yang mengungsi dan kerusakan lainnya dalam kejadian itu.

Setiap guyuran hujan lebat Desa Seumantok kerap dilanda banjir akibat luapan Krueng Meureubo.

Luapan tersebut kerap terjadi sejak dilakukan penutupan pintu irigasi, sehingga menyebabkan air membengkak, sehingga saat musim hujan meluap dengan mudah dan yang menjadi sasarannya adalah kawasan Desa Seumantok.

“Kita meminta kepada pemerintah atau pihak terkait untuk membuka pintu irigasi Lhok Guci jika memang saat ini belum bisa difungsikan, karena hal tersebut membuat warga Seumantok kerap menerima dampak bencana,” ungkap Raja Radan.

Pihaknya meminta masalah tersebut diharapkan bisa menjadi perhatian dari pemerintah.

Menurutnya penanganan pertama dengan membuka pintu irigasi Lhok Guci dan selanjut dengan pembuatan tanggul di sepanjang aliran sungai kawasan Seumantok.

Baca juga: Remaja Masjid Diminta Jadi Garda Terdepan Tangkal Paham Radikal

Tanggul tersebut dimaksud guna untuk membendung luapan air sehingga saat banjir tidak akan lagi menerjang perumahan penduduk di daerah tersebut.

Sementara kondisi yang kerap dirasakan oleh masyarakat lantaran saat ini belum ada tanggul penahan air, namun jika pintu irigasi tersebut dibuka tidak akan terjadi luapan air.

“Semoga keluhan masyarakat ini bisa ditanggapi oleh pemerintah atau pihak terkait, sehingga masyarakat bisa hidup aman dari ancaman bencana banjir nantinya,” harap Raja Radan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved