Breaking News:

Jurnalisme Warga

Menjadi Saksi Konferensi Masyarakat Adat Papua

Konferensi Masyarakat Adat Papua (KB-MAP) digelar lima tahun sekali. Khusus tahun ini saya beruntung karena mendapat undangan

Editor: bakri
Menjadi Saksi Konferensi Masyarakat Adat Papua
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr. M. ADLI ABDULLAH, S.H., MCL., Staf  Khusus Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Bidang Hukum Adat, melaporkan dari Papua Barat

Oleh Dr. M. ADLI ABDULLAH, S.H., MCL., Staf  Khusus Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Bidang Hukum Adat, melaporkan dari Papua Barat

Konferensi Masyarakat Adat Papua (KB-MAP) digelar lima tahun sekali. Khusus tahun ini saya beruntung karena mendapat undangan dan dapat menghadiri konferensi tersebut atas nama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Konferensi tersebut berlangsung lima hari di Kota Senja Indah Kaimana, Papua Barat. Dimulai sejak Senin, 25 Oktober, berakhir pada hari Jumat, 29 Oktober 2021.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dan ditutup oleh Wakil Gubernur Papua Barat, Muhammad Lakotani. Hadir juga Bupati Kaimana, perwakilan Unicef, dan perwakilan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Surya Tjandra turut menyampaikan materi tentang Hak-hak Masyarakat Adat atas Tanah dalam Kebijakan Pertanahan di Indonesia.

Konferensi ini diikuti sekitar 800 peserta. Sungguh sebuah perhelatan adat yang terbilang kolosal. Mereka berasal dari berbagai suku asli semenanjung tanah Papua, mencakup Provinsi Papua dan Papua Barat. Para peserta merupakan perwakilan tujuh wilayah adat dan daerah. Ketujuh wilayah adat itu adalah Wilayah Adat Mamta Tabi, Saereiri, Anim Ha, La Pago, Mee Pago, Domberai, dan Wilayah Adat Bomberai.

Tema yang diusung dalam konferensi kali ini adalah "Selamatkan Manusia, Tanah, dan Sumber Daya Alam". Sebuah tema yang sangat menggugah sekaligus menyiratkan apa yang sebetulnya diinginkan masyarakat adat dari daerah paling timur Indonesia itu.

Sejauh yang saya amati, konferensi ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan kekompakan. Endingnya, melalui musyawarah yang mewakili tujuh wilayah adat itu terpilih kembali Mananwir Yan Piet Yarangga sebagai Ketua Umum Dewan Adat Papua (DAP) periode 2021-2026. Mananwir adalah gelar untuk kepala suku besar di Papua.

Dalam kepengurusan kali ini, Mananwir Yan Piet didampingi Leo Embiri sebagai Sekretaris Umum Dewan Adat Papua.

Sebagai Staf Khusus Kementerian ATR/BPN Bidang Hukum Adat, saya nilai pelaksanaan konferensi ini sangat berhasil dan berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Prosesnya sangat saya hargai. Dari konferensi ini terlihat jelas bagaimana musyawarah mufakat dijunjung dan proses pemilihan ketua berlangsung tanpa intrik dan kegaduhan. Harmonisasi sangat terjaga selama konferensi masyarakat adat di Bumi Cenderawasih ini berlangsung selama lima hari.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved