Breaking News:

Orang dengan Autoimum Boleh Divaksin

Orang dengan autoimum sudah dapat divaksin covid-19, bila kondisi fit dan tidak dalam kondisi serangan (flare)

Editor: bakri
SERAMBI FM/ILHAM
Ketua Tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi KIPI RSIA, dr Edy Cahyady SpPD, dan Kepala Seksi Pelayanan dan Rujukan RSIA, dr Emiralda MKes menjadi narasumber Talkshow bersama Rumah Sakit Ibu dan Anak, dengan tema “Vaksinasi Covid-19: Kita Kenali, Kita Terlindungi”, di Radio Serambi FM 90.2, Jumat (5/11/2021). Talkshow dipandu host Tieya Andalusia. 

BANDA ACEH - Orang dengan autoimum sudah dapat divaksin covid-19, bila kondisi fit dan tidak dalam kondisi serangan (flare). Kemudian, obat-obatan autoimum yang selama ini rutin dikosumsi dihentikan sementara selama kurang lebih seminggu sebelum divaksin.

Demikian keterangan dua narasumber talkshow interaktif bersama Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) yang disiarkan di Radio Serambi FM, Jumat (5/11/2021).

Talkshow yang mengangkat tema 'Vaksinasi Covid-19: Kita Kenali, Kita Terlindungi' itu dipandu host Tieya Andalusia dan menghadirkan Kepala Seksi Pelayanan dan Rujukan RSIA, dr Emiralda MKes dan Ketua Tim Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) RSIA, dr Edy Cahyady SpPD.

"Kalau sebelumnya bagi mereka yang autoimum tidak divaksin. Tapi, sekarang sudah bisa, asal sedang tidak dalam kondisi serangan atau flare dalam bahasa medisnya serta obat-obatan auto imumnya distop dulu seminggu, setelah itu baru divaksin," kata dr Edy.

Begitu juga bagi pasien diabetes, hipertensi, dan sebagainya juga sudah bisa mendapatkan vaksin, ungkap dr Edy. Karena, orang yang mengalami penyakit-penyakit tersebut, merupakan kelompok yang rentan terdampak dan terkena virus dan infeksi.

"Hal pertama yang harus dilakukan, yakni bagaimana mengubah mindset, sehingga orang-orang yang memiliki penyakit diabetes, hipertensi, bisa mendapatkan vaksin. Karena, mereka yang memiliki penyakit DM, hipertensi rentan terkena penyakit dan terinfeksi virus. Kecuali orang tersebut sedang dalam kondisi akut, misalnya lagi drop gulanya, iya jangan divaksin atau lagi lemas," terang dr Edy.

Tapi, kalau memang masih melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa, tidak ada salahnya mendapatkan vaksin, tukas dr Edy.

Kepala Seksi Pelayanan dan Rujukan RSIA, dr Emiralda MKes menerangkan bagi mereka yang sudah mendapatkan vaksin, segi kekebalan tubuhnya lebih baik dan terjaga serta dan lebih tahan terhadap suatu penyakit tertentu serta kecil kemungkinan mengalami mortalitas atau angka kematian dibandingkan meraka yang tidak mendapatkan vaksin.

Untuk itu RSIA sendiri untuk saat ini sebut dr Emiralda, masih melayani vaksinasi bagi masyarakat umum dan dipusatkan di Banda Aceh Convention Hall, setiap hari kerja Senin sampai Jumat, bersama tenaga medis lainnya. "Kita berharap tumbuh kesadaran dari masyarakat yang belum mendapatkan vaksin, sehingga tujuan akhir yang kita harapkan terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok bisa segera terwujud. Kita doakan keadaan negeri bisa kembali normal seperti sebelumnya," pungkas dr Emiralda.(mir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved