Breaking News:

Opini

Pelita Sirah Nabi

“Pohon-pohon memenuhi seruannya sambil bersujud. Berjalan mendekatinya di atas betis-betis tanpa kaki”

Editor: bakri
Pelita Sirah Nabi
IST
Zarkasyi Yusuf, ASN Pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh,  Alumni Dayah Tgk. Chik di Reung-Reung Kembang Tanjong, Pidie

Oleh Zarkasyi Yusuf, ASN Pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh,  Alumni Dayah Tgk. Chik di Reung-Reung Kembang Tanjong, Pidie

“Pohon-pohon memenuhi seruannya sambil bersujud. Berjalan mendekatinya di atas betis-betis tanpa kaki”

Demikian salah satu bait syair yang ditulis Imam Bushiri dalam Qasidah Burdah. Tidak cukup tinta dan kata-kata untuk melukiskan keagungan dan kemuliaan Baginda Nabi Muhammad SAW. Riwayat kuat menyebutkan bahwa Nabi Muhammad lahir pada Senin malam 12 Rabiul Awal, alam semesta pun tersenyum menyambut kelahirannya. Insan kamil yang kelahirannya berdampak besar dalam tatanan kehidupan manusia, mulai belahan bumi matahari terbit hingga belahan bumi matahari terbenam.

Salah satu bukti sejarah bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa perubahan besar kehidupan adalah kondisi kehidupan perkampungan Bani Sa’d. Perawi sirah sepakat bahwa perkampungan Bani Sa’d pada saat itu dilanda kemarau panjang, menyebabkan rusaknya pertanian dan binasanya binatang ternak. Saat Nabi Muhammad SAW menetap di perkampungan tersebut dan tinggal di rumah Halimahtussakdiah binti Abu Dzu’aib, tanaman di sekitar rumah Beliau tinggal mulai tumbuh subur, binatang-binatang ternak pulang kandang dengan perut kenyang dan air susu melimpah. Ini hanya sebagian dari kisah istimewa kehadiran baginda Nabi Muhamamd SAW, mempelajari sirah kehidupan Nabi akan membuka tabir tabir lain yang menunjukkan bahwa Rasulullah adalah manusia sempurna utusan Allah.

Mempelajari sirah adalah suatu keniscayaan untuk tumbuh kembang rasa cinta yang mendalam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, Penghulu alam semesta. Syekh Ramadhan al-Buthi dalam kitab fiqh as-Sirah an-Nabawiyah Ma’a Mujaz Litarikh al-Khulafaur ar-Rasyidin menyebutkan bahwa setidaknya ada lima tujuan khusus mempelajari sirah Nabi.

Pertama, untuk memahami kepribadian Nabi Muhammad SAW dengan cara mempelajari kehidupannya, situasi dan kondisi masa Beliau hidup sehingga dapat menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW bukanlah sosok yang cerdas pada masanya, tetapi menunjukkan bahwa Beliau adalah Rasul yang mendapat dukungan penuh dari Allah dengan wahyu serta taufik-Nya.

Kedua, agar setiap Muslim menemukan potren ideal yang menjadi teladan dalam menjalani seluruh aspek kehidupan, dijadikan pedoman utama dari setiap aktivitas. Tidak diragukan lagi, setiap orang yang mencari contoh ideal dalam salah satu aspek kehidupan, niscaya orang tersebut pasti menemukan Nabi Muhammad SAW sebagai figur ideal.

 Ketiga, memahami sirah Nabi merupakan salah satu jalan memahami kitabullah, sehingga kita bisa merasakan semangat dan maknanya. Sebab, banyak Alquran hanya dapat ditafsirkan dan dijelaskan dengan mencermati berbagai kejadian yang dialami Rasulullah, serta bagaimana Beliau bersikap menghadapi peristiwa itu.

Keempat, agar setiap Muslim dapat menghimpun porsi terbesar wawasan dan pengetahuan Islam yang benar, baik yang terkait dengan akidah, hukum maupun akhlak. Sebab, seluruh kehidupan Nabi Muhammad SAW adalah gambaran dari seluruh prinsip-prinsip hukum Islam.

Kelima, dengan memahami sirah Nabi para pendidik pendakwah memiliki contoh yang hidup tentang bagaimana mendidik dan mengajar. Sebab, Nabi Muhammad SAW adalah pendidik, pemberi nasihat sekaligus pengajar utama yang tidak mengenal lelah dalam menyalankan misi dakwah. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved