Breaking News:

CPNS 2021

225 Peserta SKD CPNS Curang, Akankah Namanya Diumumkan & Seleksi Diulang Menyeluruh? Ini Jawaban BKN

Kecurangan yang dilaporkan telah dideteksi oleh BKN. Dia mengatakan, peserta yang melakukan kecurangan akan didiskualifikasi.

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/ SAIFUL BAHRI
Peserta tes CPNS Lhokseumawe mengikuti SKD di Auditorium Politeknik Negeri Lhokseumawe, Kamis (16/9/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Dugaan adanya kecurangan dalam ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021 mencuat baru-baru ini.

Diberitakan Kompas.com, Sabtu (6/11/2021) kehebohan berawal dari twit viral adanya dugaan kecurangan terkait seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) beredar di media sosial.

Informasi terkait dugaan kecurangan ini beredar luas di media sosial, Minggu 24 Okrober 2021.

Akun Twitter @txtdaridgmbk yang memviralkan informasi tersebut bahkan membeberkan dugaan kecurangan yang terjadi dalam seleksi CASN di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.

Dalam unggahan yang viral itu disebutkan adanya kecurangan terkait salah satu CASN mendapatkan nilai tertinggi hingga CCTV dan lokasi tes yang bisa diatur.

Tak hanya itu, kecurangan bahkan disebut diduga terjadi sampai ke server Computer Assisted Test (CAT) BKN dengan modus remote access atau kendali jarak jauh.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo kemudian menemukan dugaan kecurangan dalam proses seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) 2021.

Baca juga: Dugaan Penipuan CPNS, Farhat Abbas Buka Suara Minta Anak Nia Daniaty Tanggung Jawab

Baca juga: 117 0eserta Tes CPNS Lhpkseumawe Lulus SKD, Terkait Tes SKB, Ini Pernyataan BKPSDM

Dalam pemberitaan Kompas.com lainnya pada 27 Oktober 2021, dugaan kecurangan ini ditemukan tepatnya dalam tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), yang dilakukan oleh 225 peserta CASN.

225 peserta tersebut tersebar di Kabupaten Buol sebanyak 27 orang, Kabupaten Enrekang sebanyak lima orang, Kabupaten Mamuju Pasang Kayu Pemprov Sulbar (Gedung PKK Mamuju) 40 orang, Mandiri Lampung 23 orang, Kabupaten Mamasa 19 orang, Kabupaten Sidenreng Rappang 62 orang, Kabupaten Luwu empat orang, Kabupaten Buton Selatan 41 orang serta Mandiri Kumham Sulsel empat orang.

Dalam laporan tersebut tercatat, ada sembilan titik lokasi (Tilok) dengan dugaan kecurangan, termasuk di Tilok Mandiri Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved