Breaking News:

Kupi Beungoh

Dari FGD Melawan Framing Negatif, Anjing Canon di Pulau Banyak Itu Ternyata ‘Asee Pungo’

isu tentang pelaksanaan Syariat Islam selalu menjadi topik seksi yang menarik bagi media di luar Aceh.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Deni Satria, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh. 

Oleh: Deni Satria*)

Berbagai isu negatif tentang Aceh menjadi trending topik di beberapa media nasional maupun internasional selama beberapa hari terakhir ini.

Sepertinya ada pihak luar yang anti tidak suka melihat Keistimewaan Aceh dalam Islam.

Sejumlah media di luar sana, baik mainstream maupun yang berbasis media sosial, ramai-ramai mengangkat bahkan menyindir persoalan pelaksanaan Syariat Islam dan wisata halal di Bumi Serambi Mekkah, terkhusus bagian tanah warisan Syaikh Abdurrauf As-Singkili (Syiah Kuala) di Pulau Banyak.

Penulis tidak mengetahui pasti motivasi yang melatarbelakangi sejumlah pihak di balik munculnya sejumlah artikel terkait pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, baik yang diformat dalam bentuk news maupun artikel bebas lainnya.

Yang pasti, isu tentang pelaksanaan Syariat Islam selalu menjadi topik seksi yang menarik bagi media di luar Aceh.

Sehubungan maraknya isu-isu negatif tersebut, pihak Kesbangpol Aceh bersama Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Ar-Raniry mengadakan Focus Grup Diskusi (FGD) dengan tema: “Dialog Melawan Framing Negatif Terhadap Aceh” pada Sabtu (6/11/2021).

Tema ini sangat menarik, apalagi panitia menghadirkan empat narasumber yang mempunyai kapasitas di bidang masing-masing, yaitu Mustafa S.Sos MM (unsur Pemerintah Aceh dari Kesbangpol), Bukhari M. Ali (jurnalis senior yang merupakan Newsroom Serambi Indonesia), Azman Sulaiman, MI.Kom (akademisi Prodi KPI UIN Ar-Raniry), dan Hasan Basri M Nur (unsur aktivis kerukunan umat beragama atau FKUB).

Dari beberapa topik yang didiskusikan dalam FGD tersebut muncul beberapa isu menarik yang menjadi fokus kajian. Diantaranya pemberitaan tentang rumah ibadah (gereja) di Aceh Singkil, hukuman cambuk bagi pasangan gay di Banda Aceh dan yang paling seksi adalah isu tentang matinya anjing hitam bernama Canon di Pulau Banyak.

Baca juga: VIDEO Pemuda Aceh Tolak Framing Negatif setelah Anjing Mati (Canon) di Pulau Banyak Aceh Singkil

Baca juga: Pemilik Anjing Minta Maaf ke Bupati, Akui Canon Resahkan Warga dan Kejar Pengunjung Pulau Banyak

Anjing Canon Itu “Asee Pungo”

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved